Suarapemerintah.id – Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus (UHN IGB) Sugirwa mewisuda 300 sarjana. Ini merupakan gelaran wisuda perdana setelah alih status dari Insitut Hindu Dharma Negeri (IHDN) menjadi UHN IGB.
“Hari ini menjadi sejarah bagi UHN IGB Sugriwa atas wisuda perdana semenjak menjadi Univesrsitas. Banyak lika-liku perjalanan mencapai status sebagai Universitas Hindu Negeri pertama yang ada di Indonesia,” kata Rektor UHN IGB Sugriwa, I Gusti Ngurah Sudiana saat memberikan sambutan dan arahan pada gelaran wisuda yang dilakukan secara luring dan daring, di Bali, Rabu (02/12).
I Gusti Ngurah Sudiana mengucapkan terimakasih dan selamat kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan di UHN IGB Sugriwa tercinta. “Selaku Rektor, dan seluruh civitas akademika UHN IGB Sugriwa Denpasar, dengan penuh kebanggaan mengucapkan selamat kepada 300 wisudawan,” ujarnya.
Wisudawan terdiri dari 208 Sarjana S-1 dari dari Fakultas Dharma Acarya, Dharma Duta, dan Fakultas Brahma Widya. Selain itu, ada 77 Magister dan 15 Doktor. Karena dalam situasi Pandemi Covid-19, wisuda daring digelar dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Pandemi mengubah banyak hal. Kegiatan perkuliahan yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, digantikan dengan kegiatan perkuliahan daring atau online. Proses belajar mengajar yang sebelumnya dilakukan di ruang-ruang kelas, saat ini dilakukan melalui ruang-ruang virtual. Semua itu kita lakukan untuk menghindari hal-hal yang tentu tidak kita inginkan,” kata Rektor.
Kepada para wisudawan, I Gusti Ngurah Sudiana, berpesan agar senantiasa menjaga nama baik kampus di manapun berada. Para wisudawan angkatan pertama UHN IGB Sugriwa Denpasar ini, diharapkan bisa menjadi bagian dari sumber daya manusia yang unggul dan dapat membantu pembangunan bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih maju dan berkembang ke arah yang baik.
“Pelaksanaan wisuda pada hari ini juga merupakan sebuah seremonial yang menandai perubahan status dari mahasiswa menjadi seorang Sarjana yang Sujana,” tambah I Gusti Ngurah Sudiana.
I Gusti Ngurah Sudiana menjelaskan bahwa sebagai makhluk sosial, manusia memiliki tanggung jawab sosial. Namun, seorang sarjana memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar dikarenakan pengetahuan yang dimilikinya.
Apabila ilmu pengetahuan yang dikuasai tidak diimplementasikan ke dalam tindakan sosial, maka nilai dari ilmu pengetahuan tersebut menjadi luntur. Sebab, ilmu pengetahuan adalah kekuatan intelektual manusia, kekuatan luhur yang diraih oleh manusia.
“Kekuatan luhur ini menjadi bernilai tinggi apabila digunakan untuk kepentingan kemanusiaan,” kata I Gusti Ngurah Sudiana.
Mari kita kembangkan dan majukan UHN IGB Sugriwa Denpasar ini bersama-sama dengan hati dan kerja yang ikhlas. Semoga Ida Sang Hyang Widhi wasa memberikan kita kerahayuan kesehatan menuju jalan kebenaran. Akhirnya dengan menghaturkan Om Awignam astu serta Om Ano Badrah Kratavoyantu Wiswatah, puja parama Santi,” tutup Rektor.


.webp)
















