SuaraPemerintah.id – Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatat pada periode Januari sampai Desember 2020 terdapat 4.622 orang yang berstatus penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
Dari jumlah tersebut, orang berstatus PMKS dan lain-lain paling tertinggi yaitu 1.602 orang.
Berdasarkan info yang terpampang di website Dinsos DKI Jakarta yaitu dinsos.dki.jakarta.go.id, adapun orang yang berstatus gelandangan berjumlah 1.044 orang, lalu orang yang terlantar berjumlah 647 orang.
“Adapun lainnya yaitu penyandang disabilitas terdapat 476 orang, anak jalanan 229 orang, pengemis 204 orang, serta tuna susila ada 159 orang,” dikutip dari dinsos.dki.jakarta.go.id, Jumat (8/1).
Kemudian, terdapat lanjut usia terlantar 148 orang, anak terlantar ada 65 orang, fakir miskin ada 33 orang, perempuan rawan sosial ekonomi ada 7 orang, anak balita terlantar ada 4 orang dan waria ada 4 orang.
Namun, dari data tersebut terjadi penurunan yang signifikan pada tahun 2020. Sebab, pada 2019 jumlah PMKS ada 5.959 orang.
Dimana artinya jumlah PMKS menurun 1.337 orang dibandingkan 2019. Sementara untuk bulan Januari tahun 2021 datanya masih belum ada di website tersebut.
Sebelumnya, Senin (4/1), Mensos Risma blusukan ke jalan protokol Sudirman-Thamrin, Jakpus. Di sana ia mendapati sejumlah gelandangan.
Pada hari pertama menjabat sebagai Mensos, Senin (28/12/2020), Risma juga blusukan ke kolong jembatan di Jalan Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, tepat di belakang kantor Kementerian Sosial. Risma mendapati sejumlah gelandangan tinggal di sana.
Namun, pengamat Kebijakan Publik Universitas Indonesia Zuliansyah menyebut ada langkah yang lebih urgen untuk Risma ketimbang blusukan di ibu kota.
“Ini mungkin langkah awal yaitu bekerja sama dengan Bappenas untuk memperbaiki data Bansos, ditelaah lagi supaya tidak terjadi simpang siur data, nah itu semestinya menjadi prioritas Kemensos,” kata Zuliansyah, Rabu (6/1).
Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kegiatan Mensos Tri Rismaharini akan tetap blusukan di ibu kota. Kemensos tetap membuka kemungkinan akan melakukan kegiatan serupa di daerah lainnya.
“Sementara ini mengamati yang dekat dulu di wilayah Jakarta, blusukannya itu bisa pagi hari, sore hari, atau pulang kerja,” ujar Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos, Herman Koswara, Kamis (7/1).


.webp)

















