SuaraPemerintah.ud – Tangani korban gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Dinas Sosial (dinsos) Sulawesi Barat (Sulbar) membangun tiga posko dapur umum bagi korban gempa. Bantuan logistik dan segala kebutuhan tanggap darurat juga sudah tiba di lokasi.
“Posko ada di tiga titik di Stadion Manakarra, di Kantor Gubernur, dan Majene,” kata Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos M Syafii Nasution, Sabtu, 16 Januari 2021.
Menurut dia, rencananya posko dapur umum difokuskan di satu titik, yakni Kantor Gubernur. Hal ini demi distribusi dan komunikasi berada dalam satu komando.
Syafii menyebut situasi di Sulawesi Barat belum sepenuhnya kondusif. Namun, pemerintah berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dasar seluruh korban.
Kementerian Sosial menyalurkan bantuan Rp 1,7 miliar bagi korban gempa di Sulawesi Barat. Bantuan dikirim dengan pesawat Hercules milik TNI AU melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (15/1).
“Bantuan dari Kemensos ada dari gudang kami di Bekasi. Kami juga bawa logistik dengan membawa tenda gulung,” papar Syafii.
Dia menyebut tenda gulung ialah bantuan yang penting. Pasalnya, masih ada warga di sekitar Majene-Mamuju yang tidur di dalam mobil.
“Karena trauma setelah gempa dengan magnitudo 6,2,” tutur Syafii.
Safii menjelaskan bantuan tersebut terdiri atas bantuan logistik tanggap darurat pusat senilai Rp 979.819.710, bantuan logistik gudang regional timur senilai Rp 621.911.700, dan santunan ahli waris bagi delapan korban yang telah teridentifikasi sebesar Rp 120 juta untuk masing-masing ahli waris senilai Rp 15 juta. Selanjutnya seluruh ahli waris korban bencana meninggal dunia akan diberi santunan dengan nilai yang sama.
“Bantuan ini diwujudkan makanan siap saji, makanan anak, tenda gulung, matras, peralatan keluarga, tenda serbaguna, dan keperluan lainnya,” jelas Safii Nasution di Sulbar dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (16/1/2021).
Bantuan yang diserahkan Kemensos antara lain makanan siap saji 2.500 paket, makanan anak 1.200 paket, tenda gulung 500 lembar, matras 1.000 lembar, selimut 700 lembar, peralatan dapur 200 paket, tenda serbaguna 10 unit, kids wear 500 paket, velbed 40 unit, kasur 370 buah, sandang 30 paket, perlengkapan Tagana 20 paket.
Kemensos juga mengerahkan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Sulawesi Selatan sebanyak 50 personel dan Sulawesi Tengah sebanyak 19 personel untuk membantu Tagana setempat untuk membuka dapur umum dan memberikan layanan dukungan psikososial (LDP).
“Sejak bencana terjadi, kami melalui Tagana telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial di wilayah terdampak gempa tentang aktivitas penanganan dan mengamati situasi terkini,” ucap Syafii.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati mengatakan korban jiwa akibat gempa magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat bertambah menjadi 42 orang. Sebanyak 34 orang meninggal di Kabupaten Mamuju.


.webp)












