spot_img

BERITA UNGGULAN

BPK Perkuat Pemeriksaan Forensik dengan Pedoman Wawancara Investigatif

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendorong peningkatan kualitas dan kredibilitas bukti pemeriksaan melalui penguatan metode wawancara investigatif. Hal ini disampaikan Ketua BPK, Isma Yatun sebagai pembicara utama dalam seminar internasional yang diselenggarakan Asosiasi Auditor Forensik Indonesia (AAFI), di Auditorium Badan Diklat PKN BPK Kalibata, Jakarta, Selasa (13/1).

Dalam sambutannya, Isma Yatun menegaskan bahwa wawancara investigatif merupakan kompetensi profesional strategis untuk mengungkap kebenaran secara akuntabel. Menurutnya, kebenaran dalam proses pemeriksaan jarang ditemukan secara kasat mata, melainkan harus dibangun secara cermat melalui pendekatan yang metodologis dan beretika.

- Advertisement -

“Sejalan dengan pelaksanaan Rencana Strategis BPK 2025–2029, BPK terus melakukan modernisasi metodologi pemeriksaan guna meningkatkan mutu dan validitas bukti pemeriksaan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyusunan pedoman wawancara investigatif BPK, yang dirancang berdasarkan praktik terbaik internasional,” ujarnya

Ketua BPK menyampaikan bahwa pedoman tersebut mengadaptasi berbagai model yang telah diakui secara global dengan tujuan memastikan proses pengungkapan dan pengumpulan bukti dilakukan secara andal, komprehensif, serta menjunjung tinggi hak asasi dan profesionalisme.

- Advertisement -

Ia juga menyoroti tantangan pemeriksaan di era digital dimana meskipun teknologi mampu menelusuri jejak transaksi secara akurat, wawancara tetap krusial untuk memahami motif dan perilaku manusia di balik data. Oleh karena itu, pemeriksa dituntut mampu mengelola tiga dimensi tantangan utama, yaitu tantangan dari pihak yang diwawancarai, tantangan dari pemeriksa itu sendiri, serta tantangan kontekstual.

“Penerapan praktik terbaik global ini akan memperkuat tiga pilar utama mandat BPK, yaitu independensi, integritas, dan profesionalisme, demi melayani kepentingan publik dan tata kelola keuangan negara yang berkelanjutan,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua BPK mengapresiasi kontribusi akademik Profesor Ray Bull dari University of Leicester, serta menyampaikan selamat kepada Anggota V BPK, Bobby Adhityo Rizaldi, dan Anggota VI BPK, Fathan Subchi, yang berhasil meraih sertifikasi Certified Forensic Auditor (CFrA).

Seminar ini dihadiri Wakil Ketua BPK, Budi Prijono, Anggota I BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, Anggota III BPK, Akhsanul Khaq, Kepala BPKP, M. Yusuf Ateh, Ketua BPK Periode 2019-2022, Agung Firman Sampurna, Wakil Ketua BPK Periode 2023-2024, Hendra Susanto serta Dewan Pembina AAFI dan Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Turut hadir dalam acara tersebut para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama BPK maupun Kementerian/Lembaga, serta para pejabat struktural dan fungsional pemeriksa di lingkungan BPK.

Cek Artikel dan Berita Lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru