Suarapemerintah.id – Catatan apik ditorehkan Kementerian ESDM untuk PNBP. sektor panas bumi. Tercatat PNBP yang diraih sebesar Rp 1,9 triliun di 2020 dan hasil ini melampaui target yang dipatok yakni Rp 1,3 triliun.
“Kami kontrol bagaimana PNBP ini bisa tetap maksimum dan juga bagaimana investasinya bisa berjalan dengan baik untuk panas bumi,” ucapnya dalam video conference, Kamis (14/1).
Tingginya PNBP panas bumi juga tak lepas dari pergeseran proyek akibat pandemi covid-19, dari yang seharusnya diselenggarakan pada 2020 menjadi 2021.
“Ada perhitungan tertentu untuk PNBP yang sifatnya panas bumi. Karena PNBP-nya itu dibutuhkan dari selisih biaya yang dikeluarkan dari penerimaan PLTP-nya. Terkait investasi kalau tidak jauh PNBP akan makin meningkat termasuk juga ada reimbursement dari PPN,” jelasnya.
Pada tahun ini, Dadan optimistis pengembangan panas bumi di Indonesia akan lebih baik seiring dengan pemulihan ekonomi baik global maupun dalam negeri.
Namun target pemerintah pada tahun ini, lebih rendah yakni 1,4 triliun dolar AS dalam bentuk PNBP. “Kami berharap pada tahun ini semua target bisa tercapai dengan baik seiring pemulihan ekonomi,” ujar Dadan.
Geliat investasi panas bumi memang cukup besar di 2020. Itu sebabnya, jelas Dadan, realisasi investasi subsektor EBT lebih banyak dikontribusikan dari pembangkit panas bumi yang mencapai US$1,05 miliar.
Baru lah setelah itu, investasi aneka EBTKE yang terealisasi US$540 juta; bioenergi US$108 juta; dan investasi konservasi energi sebesar US$8 juta.
Sementara itu diketahui program prioritas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk tahun 2021 di subsektor minyak dan gas bumi (migas) program prioritasnya ialah pembangunan jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 120.776 SR.
Selain itu, ada program konkrit nelayan dan petani sebanyak 56.000 paket, studi jargas skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), penyiapan dan lelang Wilayah Kerja Migas, dukungan pembangunan pipa transmisi dan distribusi gas, serta pengawasan BBM Satu Harga.
Sedangkan di subsektor mineral dan batubara, Kementerian ESDM akan mempercepat proses pembangunan smelter, menyusun kebijakan percepatan peningkatan nilai tambah batubara dan pemenuhan kebutuhan domestik.


.webp)













