Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Angka Covid-19 Semarang Turun, Walikota Longgarkan PPKM dengan Memperketat Pengawasan

SuaraPemerintah.id – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan kasus COVID-19 di Kota Semarang mulai mengalami penurunan.

“Cukup menggembirakan, pertama tingkat penambahan pasien Covid-19 di Kota Semarang sekarang sudah di bawah 100,” tutur Wali kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut saat menggelar permintaan pers di Balaikota Semarang, Minggu (7/2).

- Advertisement -

Dirinya juga memaparkan, jika sebelumnya tren penambahan positif COVID-19 di Kota Semarang setiap harinya tercata lebih dari 100 kasus, kini tren itu telah turun menjadi sekitar 86 kasus per hari.

“Pada tanggal 25 Januari lalu total kasus aktif ada di angka 786 orang, kemudian angka yang terkonfirmasi positif mengalami penurunan, tepatnya pada tanggal 7 Februari menjadi 665,” terang Wali Kota Semarang itu.

- Advertisement -

Namun meskipun angka statistik COVID-19 di Kota Semarang menunjukkan tren positif, Hendi tetap meminta masyarakat Kota Semarang untuk waspada terhadap penyebaran virus corona.

“Tapi sedulur – sedulur tetap harus meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan mengurangi mobilitas dan menjalankan protokol kesehatan,” tegas Hendi.

Atas dasar tren penurunan angka COVID-19 TV, Hendi bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Semarang sepakat, untuk melakukan pelonggaran pengelolaan kegiatan masyarakat (PKM).

“Kami alias melakukan pelonggatan beberapa point dalam PKM. Warung, PKL, restoran, serta tempat hiburan boleh buka sampai pukul 23.00 WIB ,. Mal yang semula bekerja hanya sampai jam 8 malam, sekarang bisa sampai pukul 21.00 ”tutur Hendi.

Sementara itu, untuk 7 ruas jalan yang sebelumnya diberlakukan pengalihan juga akan dinormalkan kembali oleh Hendi. Juga untuj kegiatan sosial budaya seperti seminar, diskusi, atau pernikahan pun kembali diizinkan dengan mengundang.

“Tapi catatan kegiatannya – kegiatan yang dilakukan maksimal dihadiri oleh 100 orang atau maksimal 50% dari kapasitas ruangan. Jadi jika kapasitas ruangannya 100 orang, maka boleh dihadiri 50 orang dan jika kapasitas gedungnya 1.000 orang, maka yang bisa masuk 100 orang, ”tegasnya.

Di sisi lain, Hendi tak menampik bila angka kematian di Kota Semarang akibat Covid-19 masih tinggi. Angka kematian Kota Semarang sendiri sekitar 7,3%, sedangkan angka kematian nasional sekitar 5%. Sehingga pihaknya akan tetap melakukan sejumlah pengawasan PKM untuk mendukung penyebaran virus.

“Maka kegiatan pengawasan akan tetap dijalankan di tingkat kelurahan, melibatkan Lurah, Babinsa dan Babinkamtibmas,” imbuhnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru