Rabu, Januari 28, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Presiden Resmikan Bendungan Tapin. Jokowi : Penting Untuk Kurangi banjir dan Irigasi

SuaraPemerintah.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Tapin, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, pada Kamis (18/2). Bendungan itu menghabiskan anggaran sebesar Rp986 miliar.

“Alhamudillah pada pagi hari ini di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Bendungan ini dibangun tahun 2015 dan telah selesai. Bendungan ini menghabiskan anggaran Rp986 miliar, hampir Rp1 triliun,” ujar Jokowi dalam pidatonya.

- Advertisement -

Presiden Jokowi kemudian menjelaskan bendungan dengan kapasitas tampung air 56,77 juta meter air memiliki peran penting dalam pengendalian banjir dan memperkuat ketahanan pangan. Bendungan itu juga berfungsi untuk irigasi untuk 5.472 hektare.

“Bendungan Ini bisa menyediakan irigasi untuk 5.472 hektare (ha) dan juga menyediakan air baku 0,5 meter kubik per detik, serta menghasilkan tenaga listrik 3,3 megawatt (MW), besar sekali,” ujar Jokowi dalam Peresmian Bendungan Tapin di Kalimantan Selatan, Kamis (18/2).

- Advertisement -

Jokowi meyakini banjir di Kabupaten Tapin bisa dikurangi secara drastis. “Banjir di Kabupaten Tapin bisa dikurangi, kecil sekali daerah yang terkena banjir,” terang Jokowi.

Selama ini, sambung Jokowi, banjir sering terjadi di Kalimantan Selatan. Biasanya, terdapat 10 kabupaten/kota yang terkena banjir rutin setiap tahun.

“Dan ini memang memerlukan penanganan yang komprehensif dari hulu ke hilir,” imbuhnya.

Melihat fakta ini, Jokowi memerintahkan Gubernur dan Bupati setempat untuk melakukan intervensi dalam pengelolaan lahan di Kalimantan Selatan. Misalnya, melakukan penanaman hutan kembali (reboisasi).

“Perlu dilakukan secara besar-besaran kalau tidak mau kena banjir di masa datang,” pungkas Presiden Jokowi.

Turut serta dalam keberangkatan Presiden menuju Provinsi Kalimantan Selatan di antaranya ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, dia bilang pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilakukan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Pembangunan bendungan tersebut telah dimulai sejak akhir 2015.

Bendungan Tapin dilengkapi dengan akses jalan masuk sepanjang 21 Km dengan lebar 7 meter, kantor pengelola, rumah dinas, tempat ibadah, toilet, gardu pandang, dan rumah genset.

Untuk bendungan utama memiliki tinggi 70 meter dengan konstruksi terowongan pengelak sepanjang 430 meter, cofferdam setinggi 29 meter serta spillway (pelimpahan) sepanjang 234 meter dan lebar 10-19 meter.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru