spot_img

BERITA UNGGULAN

Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS), Bantu Usaha Rintisan Beromset Tinggi di Tengah Pandemi

Suarapemerintah.id – Menyelusuri program Kementerian Sosial di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, salah satunya Program Kewirausahaan Sosial (ProKus) menjadi penopang usaha-usaha rintisan. Jutaan penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial semakin optimis menatap masa depan. Di antaranya Alif Riyawan, pemilik usaha rintisan teh tarik.

Program Kewirausahaan Sosial menajdi panggung untuk usaha rintisan untuk terus berkembang dan menggeliat. Program dari kemesos ini, selain menopang dana, juga menyediakan bimbingan mentor, sesuai jenis usaha Keluarga Penerima Mamfaat (KPM). Sejalan dengan komitmen kuat ini, Kemensos menjadi andil dari usaha teh tarik dengan merek Ray Raka yang kini tengah menggeliat.

- Advertisement -

“Sebelumnya, ekonomi keluarga saya sedang down. Di 2020, ada ProKUS dari Kementerian Sosial dengan bantuan sebesar Rp 3,5 juta. Darisana, saya kembangkan usaha saya dari sisi produksi,” Pungkas Alif, di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Untuk diketahui, ProKUs merupakan program lanjutan dari Program Keluarga Harapan (PKH), untuk melatih secara mandiri para KPM dengan potensi usaha yang dimiliki, dengan diberikan bimbingan dari mentor dan dana, agar usaha mereka lebih berkembang lagi.

- Advertisement -

“Banyak sekali pelajaran yang saya dapati dari mentor, seperti cara membuat produk yang aman bagi kesehatan, sampai strategi pemasaran yang baik dan optimal,” kata Alif.

Selain usaha minuman yang dimiliki Alif, ProKUS juga dimanfaatkan pula oleh usaha produksi tempe milik Ade Wewen, dimana dalam sehari produksi, dapat mencapai ribuan cetakan tempe.

Sejak pandemi, harga-harga barang di pasaran berlangsung naik, termasuk harga tempe. Terdapat banyak sekali usaha kecil hingga menengah mengalami kerugian ekonomi dan golong tikar. Ade, salah satu pengusaha tempe yang sangat terbantu melalui program ProKUS dari Kemensos ini. Tuturnya, meski harga produksi tempe di saat pandemi mengalami kenaikan, namun dengan adanya ProKUs, bantuan dana dapat digunakan untuk tambahan modal usaha, sehingga omset pun juga bertambah.

ProKUS membantu berbagai jenis usaha, selain teh tarik dan tempe, usaha lainnya seperti konveksi milik Nenah dengan merek Annur. Nenah mengakui, berkat ProKUS, ia dapat mengoptimalkan usaha konveksinya semakin melejit. Di samping era digital dan ramainya produk penjualan online, Nenah dapat mengambangkan bisnisnya melalui pemasaran daring yang merupakan salah satu materi yang diajarkan mentor melalui program Kemensos ini.

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Sosial, saya dapat membeli tambahan bahan baku dan mesin jahit. Selain itu, saya diajarkan bagaimana memasarkan produk lewat daring, seperti memanfaatkan media sosial,” jelasnya. (red/rifki)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru