Senin, Februari 2, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Program Padat Karya Sektor Perkeretaapian Serap 39.000 Tenaga Kerja

SuaraPemerintah.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melihat program padat karya sektor perkeretaapian tahun 2021 di Jawa Tengah dapat menyerap sekitar 39 ribu tenaga kerja pada dengan alokasi anggaran sebesar Rp 3,2 miliar.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut, hal ini sebagaimana arahan presiden Joko Widodo.

- Advertisement -

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden RI Joko Widodo, program padat karya di sektor transportasi ini merupakan komitmen kami untuk hadir membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ujar dia dalam pernyataannya, Senin (15/2).

Dia mengatakan, pada tahun 2021 ini, program padat karya menjadi salah satu program prioritas nasional yang tengah digenjot Pemerintah. Sehingga manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat.

- Advertisement -

“Adapun penyelenggaraan program padat karya di sektor transportasi yaitu berupa pemeliharaan dan pembangunan terminal, bandara, pelabuhan, jalur kereta api, dan fasilitas keselamatan transportasi,” terangnya.

Secara rinci kegiatan padat karya yang dilakukan pada 3 (tiga) proyek infrastruktur perkeretaapian di Jawa Tengah yaitu :

1. Proyek Elektrifikasi Jalur KA Lintas Yogyakarta-Solo, dengan lingkup pekerjaan: galian tanah pekerjaan drainase 425 meter, galian tanah pekerjaan retaining wall sepanjang 221 meter dan pembersihan lapangan/area stasiun, yang dapat menyerap 2.520 orang tenaga kerja;

2. Proyek Elektrifikasi Jalur KA Lintas Solo Balapan – Solo Jebres, dengan lingkup kegiatan padat karya: galian pondasi tiang listrik aliran atas (laa), galian kabel 20kv laa, bobok/bongkar beton eksisting, pasir urug bawah pondasi dan urugan tanah kembali, yang dapat menyerap 1.840 orang tenaga kerja;

3. Pembangunan Jalur KA Bandara NYIA Kulonprogo (2019-2021), dengan lingkup kegiatan padat karya: penjagaan semboyan dan alat kerja, kegiatan flagman, penyiraman debu, pekerjaan bekisting, pembesian dan cor, kegiatan pengeceran rel, ballast dan bantalan, serta kegiatan pembongkaran direksi kit, yang dapat menyerap 34.650 orang tenaga kerja.

Sebelumnya diwaktu yang bersamaan, Kemenhub juga memberikan subsidi tarif untuk kereta api kelas ekonomi sebesar Rp 3,4 Triliun di 2021, meningkat dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp 2,6 Triliun.

Pemberian subsidi ini untuk menjamin pelayanan kereta api hingga ke pelosok dengan memberikan tarif yang terjangkau.

“Ini merupakan bukti bahwa negara hadir untuk memberikan pelayanan angkutan kereta api yang prima dan konsisten sampai ke pelosok dengan memberikan tarif yang terjangkau,” kata Menhub Budi Karya Sumadi dalam pernyataannya, Senin (15/2).

Budi menjelaskan, moda kereta api menjadi salah moda yang diminati seluruh lapisan masyarakat. Sehingga di masa pandemi ini, Menhub meminta agar pelayanan kereta api memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru