SuaraPemerintah.id – Proses vaksinasi di Jawa Timur terus berjalan. Kali ini, prioritas vaksin diberikan kepada imam masjid dan marbot menjelang ramadhan. Imam masjid dan marbot Masjid Al Akbar Surabaya menjadi salah satu prioritas. Rencananya, saat bulan ramadhan, Masjid Al Akbar akan menggelar salat tarawih.
“Seluruh imam dan marbot di Masjid Al Akbar sudah divaksin. Ini vaksin yang pertama, nanti vaksin yang kedua menjelang ramadan,” ujar Helmy M Noor, Humas Masjid Al Akbar Surabaya saat dikonfirmasi, Kamis (25/3/2021).
Helmy menjelaskan, Masjid Al Akbar telah siap menyelenggarakan salat tarawih selama Ramadhan. Ada beberapa ketentuan, di antaranya tetap menegakkan protokol kesehatan dengan 25 persen jemaah dari kapasitas.
Sama dengan Salat Jumat (Prosedurnya). Prokes ketat, maksimal 25 persen dari kapasitas. Kapasitas normalnya 20 ribu jemaah, kalau 25 persen bisa sampai 5 ribu jemaah,” imbuhnya.
Dia menambahkan, Masjid Al Akbar Surabaya rutin dilakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, sirkulasi udara di Masjid Al Akbar juga sudah sangat layak.
Sementara hingga Kamis (25/3), kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Jawa Timur sebanyak 137.486. Ada 2.047 kasus aktif yang masih dirawat. Pasien sembuh sebanyak 125.695 dan meninggal dunia sebanyak 9.744.
Penyebaran COVID di Jatim Terus Menurun
Penyebaran kasus COVID-19 di Jatim terus menurun. Hingga Selasa (23/3), kasus Corona aktif tinggal 2.015.
Untuk zonasi COVID-19, tidak ada kabupaten/kota di Jatim yang masuk zona merah COVID-19. “Setelah 2 pekan, zonasi COVID-19 di Jatim ter-update, tidak ada zona merah. Namun zona oranye bertambah,” ujar Jubir Satgas COVID-19 Jatim, dr Makhyan Jibril saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (24/3/2021).
Untuk saat ini, dari 38 kabupaten/kota di Jatim, Jibril menyebut, ada 26 yang masuk zona oranye. Kemudian 12 kabupaten/kota lainnya masuk zona kuning COVID-19.
“Pekan lalu zona kuning 16, sekarang turun jadi 12. Zona oranye dari 22 sekarang jadi 26,” imbuhnya.
Dalam zonasi COVID-19 terbaru di Jatim, kawasan Surabaya Raya (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo) masuk zona oranye. Untuk kawasan Madura Raya (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) masuk zona kuning COVID-19.
Berikut detail zonasi COVID-19 di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur:
Zona Merah COVID-19 (0 kabupaten/kota)
Zona Oranye COVID-19 (26 kabupaten/kota): Kabupaten Kediri, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Kota Kediri, Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Gresik, Kota Pasuruan, Kota Malang, Nganjuk, Ngawi, Kota Batu, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kota Madiun, Pacitan, Jombang, Kabupaten Malang, Jember, Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan dan Tulungagung.
Zona Kuning COVID-19 (12 kabupaten/kota): Bangkalan, Sumenep, Kota Probolinggo, Bondowoso, Bojonegoro, Kabupaten Mojokerto, Sampang, Pamekasan, Lumajang, Lamongan, Banyuwangi dan Tuban.
Sebelumnya, berdasarkan data yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan RI, per tanggal 17 Maret 2021 capaian vaksinasi Jatim berada di urutan tertinggi di Indonesia dengan total 1.176.136 orang. menyusul setelahnya dengan capaian vaksinasi masing-masing 199.664, 253.824 dan 158.064 peserta. Provinsi lainnya yang juga masuk daftar peserta vaksinasi tertinggi adalah Sulawesi Selatan dengan 157.747, Sumatera Selatan dengan 142.610 serta Yogyakarta dengan 149.506.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan ini merupakan bentuk komitmen Pemprov Jatim dalam memprioritaskan vaksinasi sebagai salah satu intervensi dalam menekan penyebaran Covid-19.
“Memasuki pandemi Covid-19 yang sudah setahun, kami memang maksimalkan vaksinasi sebagai salah satu intervensi untuk membentuk kekebalan komunitas menurunkan kasus Covid-19 di Jawa Timur,” terang Khofifah saat ditemui di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (17/3/2021) malam.
Gubernur menjelaskan Pemprov Jatim bekerjasama dengan Pemkab/Pemko juga telah menyisir lapisan masyarakat yang diprioritaskan. Dimana, untuk saat ini, mereka yang didahulukan adalah orang-orang yang berisiko tinggi seperti lansia ataupun tenaga kesehatan dan pelayanan publik.
“Jadi untuk saat ini yang diprioritaskan adalah bagi mereka berisiko atau rentan tertular Covid-19. Utamanya yaitu para lansia, para tenaga kesehatan, serta mereka yang bekerja di sektor layanan publik,” terangnya dilansir situs Pemprov Jatim.
Demi memantau pelaksanaan jalannya proses vaksinasi, Gubernur Khofifah juga beberapa kali meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di kota dan kabupaten.
Seperti pada Jumat (12/3/2021) lalu, dirinya mendampingi Panglima TNI meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi prajutit TNI di Lapangan Udara Skadron 32 Abdul Rahman Saleh, Kab. Malang. Sementara itu, berdasarkan informasi yang ada, status Covid-19 di Jatim per 17 Maret 2021 pukul 16.00, terdapat 321 kasus konfirmasi positif baru dan 341 kasus konfirmasi sembuh dengan jumlah pasien dirawat 2.189 orang dari total kumulatif 135.464 orang (1,62 persen). Angka kesembuhan di Jatim sebesar 91,33 persen, dan angka kematian sebesar 7,05 persen. (red/ami)


.webp)












