SuaraPemerintah.id – Sidang Tahunan Parlemen China di Balai Agung Rakyat (Renmin Dahuidang) resmi dibuka. Dalam sidang parlemen tahunan yang populer dengan sebutan “Lianghui” ini diikuti oleh 2.953 anggota parlemen.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan keseriusannya membantu Indonesia sebagai pusat produksi vaksin COVID-19 di kawasan Asia Tenggara. Hal ini diungkapkan Wang Yi dalam jumpa pers yang digelar di sela-sela Sidang Parlemen China di Beijing, Minggu, 8 Maret 2021.
“China sudah mengirimkan vaksin COVID-19 kepada negara-negara ASEAN dan membantu Indonesia menjadi pusat vaksin yang bisa memenuhi kebutuhan negara-negara ASEAN,” katanya.
Menurut Wang, China dan ASEAN telah membangun hubungan strategis dan menjadi mitra dialog selama 30 tahun. Keduanya telah membangun konsep bersama tentang solidaritas, saling membantu.
“Konfusius berkata, pada usia 30 tahun seseorang sudah bisa hidup mandiri. Setelah 30 tahun, China-ASEAN telah membangun konsep bersama tentang solidaritas, saling membantu, dan perlakuan setara untuk mencapai tujuan dan visi bersama menghadapi masa depan yang lebih cerah,” kata Wang.
Ia menyebutkan pada tahun lalu, Presiden Xi Jinping untuk pertama kalinya menghadiri China-ASEAN Expo dilanjutkan oleh Perdana Menteri Li Keqiang menghadiri pertemuan para pemimpin China-ASEAN. Sekaligus menunjukkan dalam dukungan posisi sentral ASEAN.
“Ini menunjukkan bahwa China sangat mementingkan kerja sama China-ASEAN dan mendukung posisi sentral ASEAN. Oleh sebab itu, kami bersedia bekerja sama membangun masa depan yang lebih baik hingga 30 tahun mendatang,” ujarnya.
Untuk pertama kalinya ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar China pada tahun lalu sekaligus mengungguli posisi Uni Eropa dan Amerika Serikat.
“Kami akan mempererat kerja sama dengan ASEAN yang saling menguntungkan lagi. Pola pembangunan baru akan disesuaikan dengan Kerangka Kerja Pemulihan Ekonomi Komperehensif ASEAN agar implementasi RCEP (Kemitraan Ekonomi Komperehensif Regional) lebih efektif lagi,” kata Wang.
Dalam jumpa ratusan awak media domestik dan asing dengan menggunakan video streaming di Media Center China itu, Wang juga menyinggung isu Laut China Selatan.
“Kami akan memperkuat kerja sama dengan ASEAN untuk mengatasi hambatan-hambatan dan mempercepat konsultasi Kode Etik Laut China Selatan, secara aktif melaksanakan kerja sama maritim demi terpeliharanya perdamaian dan stabilitas kawasan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Sidang Parlemen China yang terdiri dari dua sesi, yakni Majelis Permusyawaratan Politik dan Kongres Rakyat Nasional, masing-masing dibuka pada Kamis (4/3) dan Jumat (5/3) di Balai Agung Rakyat, Beijing.
Sidang tahunan itu melibatkan 2.953 orang anggota parlemen dari Partai Komunis China dan perwakilan nonpartai. Sidang tahunan ini populer dengan sebutan “Lianghui”.
Lianghui yang secara harfiah berarti dua pertemuan, yakni Majelis Permusyaratan Politik Rakyat China (CPPCC) dan Kongres Rakyat Nasional (NPC), itu merupakan momen sakral dalam sistem politik dan ketatanegaraan China sejak 1949.
Sidang tahunan Lianghui ini biasanya digelar setiap awal Maret. Hanya pada tahun 2020, Lianghui diundur hingga Mei setelah kerja kerasnya menghadapi pandemi COVID-19 mulai terlihat hasilnya yang ditandai dengan dibukanya kembali akses di Wuhan setelah dikunci rapat-rapat (lockdown) selama 77 hari sejak 23 Januari. (red/pen)
- Advertisement -


.webp)











