Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

La Nyalla sebut Pemerintah Pusat Berikan Empat Dukungan Kebijakan Pulihkan Ekonomi Daerah

SuaraPemerintah.id – Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti menyebutkan pemerintah memberikan empat dukungan dan kebijakan untuk memulihkan ekonomi daerah. Saat ini hanya tinggal pemegang kebijakan di daerah memastikan implementasinya untuk mempercepat pemulihan.

Hal ini diungkapkan oleh La Nyalla saat menjadi pembicara utama secara virtual dalam Musda XIV BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Timur di Surabaya, Rabu, 24 Maret 2021.

- Advertisement -

“Sebenarnya, pemerintah pusat telah memberi empat dukungan dan kebijakan untuk mempercepat pemulihan ekonomi di daerah,” katanya.

La Nyalla mengatakan empat dukungan itu yang pertama memberikan relaksasi dari segi penyaluran Transfer Dana ke Daerah (TKDD). Seharusnya tidak ada keterlambatan dalam eksekusi yang dilakukan pemerintah daerah.

- Advertisement -

“Ini artinya dipastikan akan lebih cepat dan fleksibel sehingga seharusnya tidak ada keterlambatan dalam eksekusi yang dilakukan pemerintah daerah,” tuturnya.

Kebijakan kedua memberikan fleksibilitas dari sisi penggunaan TKDD yang artinya daerah boleh melakukan realokasi dan refokusing anggaran untuk digunakan dalam rangka penanganan COVID-19.

“Yang ketiga, pemerintah telah menyiapkan dana hibah sebesar Rp3,3 triliun untuk sektor pariwisata, terutama untuk yang sangat terdampak. Seperti hotel dan restoran dengan kriteria tertentu. Kebijakan ini bertujuan untuk menyiapkan daerah tersebut kembali beroperasi normal pascapandemi,” katanya.

Keempat, mantan ketua Hipmi Jatim itu menyebut, kesiapan anggaran untuk mendukung infrastruktur bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

“Hipmi bisa ikut terlibat memastikan UMKM di Jawa Timur mendapat akses dan manfaat dari kebijakan tersebut. Apalagi Hipmi sudah dipandang sebagai salah satu ‘stakeholder’ (pemangku kepentingan) dalam konteks percepatan pemulihan ekonomi sehingga lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Februari kemarin mengundang Hipmi untuk terlibat dalam program pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Mantan Ketua Umum Kadin Jawa Timur itu, menambahkan saat Rapat Kerja Nasional Hipmi  pada 5-7 Maret lalu, Hipmi sudah berkomitmen untuk terlibat secara aktif dalam pencapaian target peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021.

“Lalu bagaimana implementasinya untuk mempercepat? Kata kuncinya cuma satu. Sinergi. Semua ‘stakeholder’ di Jatim harus bersatu dan sinergi, termasuk pemerintah provinsi dan semua pemerintah kabupaten kota se-Jatim,” ungkapnya.

Senator asal Jawa Timur tersebut optimistis bahwa Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka pintu untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan di daerah itu, termasuk Hipmi Jatim.

“Jadi, sekali lagi saya sampaikan Hipmi Jawa Timur harus bersinergi dengan Pemprov Jatim, agar dapat mengakserelasi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur saat ini. Hipmi harus proaktif. Jangan menunggu dipanggil atau diajak sama Bu Gubernur, tapi datangi, singsingkan lengan untuk siap bersama-sama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, La Nyalla juga menyampaikan harapannya agar Musyawarah Daerah Ke-14 Hipmi melahirkan pemimpin hebat.

“Musda Ke-14 Hipmi ini harus mampu menghadirkan pemimpin yang mampu meneruskan apa yang sudah dijalankan dan dicanangkan oleh kepengurusan sebelumnya. Sekaligus menghadapi tantangan yang lebih berat,” katanya.

Terakhir La Nyalla mengatakan Hipmi yang didirikan pada 10 Juni 1972 telah melahirkan ribuan pengusaha. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi pejabat, baik di lembaga tinggi negara maupun di kementerian dan badan. (red/pen)

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru