spot_img

BERITA UNGGULAN

Widodo Muktiyo: Hadapi Tantangan Era Digital, Humas Pemerintah Masih Perlu Improvement

SuaraPemerintah.idProf. Dr. Widodo Muktiyo, Staff Ahli Menteri Bidang Komunikasi & Media Massa Kementerian Komunikasi & Informatika Republik Indonesia mengatakan bahwa humas pemerintah masih perlu melakukan improvement (peningkatan) dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital.

Hal tersebut dipaparkan Widodo saat ia menjadi Keynote Speech di acara penganugerahan Indonesia TOP Digital Public Relations Award 2021, Special Achievement for BUMN & BUMD, pada Kamis (8/4). Dalam kesempatan tersebut, Widodo memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi para humas (public relations) di pemerintah dalam menghadapi era digitalitasi.

- Advertisement -

“Apresiasi TOP Digital PR Award 2021 yang diberikan kepada BUMN dan BUMD tidak berhenti pada hari ini tapi harus ada kontinitas. Tahun depan tantangan semakin banyak, akan ada transformasi dan akselerasi yang harus dilaksanakan. Terutama adanya global trend, kecenderungan masyarakat global yang sedang berlomba untuk melakukan berbagai lompatan,” papar Widodo.

Widodo mengungkapkan bahwa pemerintah sudah berupaya keras dalam mempercepat akselerasi transformasi digital.

- Advertisement -

“Awalnya ditargetkan akan terwujud pada tahun 2032, kemudian dimajukan 10 tahun menjadi tahun 2022. Jadi tahun depan diharapkan Indonesia sudah terkoneksi menjadi semakin digital dan semakin maju,” ungkap Widodo.

Widodo menjelaskan bahwa di era distruption saat ini, khususnya elemen pemerintah, dituntut untuk menjalankan fungsi komunikasi, tidak hanya di dalam social reality tapi juga di dalam virtual reality. Dimana kompleksitasnya akan muncul semakin banyak. Social complexity public relations ditambah dunia virtual akan menjadi lebih banyak. Di sisi lain kognitif kapasitas dari aktifis  public relations (PR) belum bisa mengikuti karena adanya perubahan yang sangat cepat.

“Namun demikian kita tidak boleh berhenti, kita harus membangun jobs landscape ke depan agar apa yang kita kerjakan betul-betul memberikan efek, efisiensi dan produktifitas kerja kita terutama kerja kehumasan yang sering disebut dengan untouchable but measurable,” jelas Widodo.

Peningkatan Kompetensi SDM Humas Pemerintah

Widodo mengingatkan untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), khususnya di bagian PR sebagai jantungnya adaptasi komunikasi pemerintah di era digital. Saat ini kita sering dikenalkan adanya demographic deviden tapi di balik itu sebenarnya ada digital dividend. Hal-hal inilah yang perlu kita sikapi agar tidak kalah dengan yang lain.

Oleh sebab itulah, Widodo mengajak agar apresiasi Indonesia TOP Digital Public Relations Award 2021 menjadi vitamin, menjadi penyemangat kita untuk bisa menjadi lebih baik ke depannya.

“Apalagi Kementerian BUMN sudah mencanangkan program AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif). Semua itu membutuhkan kompetensi soft skill, kecakapan komunikasi, dan jantungnya ada di PR Official Government ini. Kita harus improve, melaksanakan pendidikan, pelatihan, yang berbasis pada GPR (Government Public Relations),” ujarnya.

Melalui sambutannya, Widodo juga mengajak agar memanfaatkan berbagai suport  pemerintah dalam membangun konektifitas di era digital. Serta menggunakan fasilitas tol virtual yang ada untuk membangun hal-hal yang positif, membangun reputasi, dan citra institusi.

Dalam pemaparannya, Widodo juga sempat membahas tentang Top 10 Most Annoyying Industry On Social Media. Dimana dalam pembahasan tersebut terungkap bahwa ternyata produk-produk komunikasi dari GPR masih belum disukai publik.

“Barangkali mungkin mindset kita masih berpikir normatif, rutin. Mindset kita kalau pemerintah itu stigmanya beda dengan swasta. Padahal saat ini korporasi swasta dan pemerintah tidak ada bedanya. Bahkan di pemerintah, stakeholder komunikasi yang kita maintain jauh lebih banyak, jauh lebih komplek, tidak semata-mata hanya mencari untung. Tapi juga bagaimana kepentingan-kepentingan public obligation kita harus diperhatikan,” paparnya.

Sebagai penutup, Widodo menyampaikan kesimpulan bahwa pentingnya bagi BUMN dan BUMD untuk membangun reputasi melalui peningkatan kompetensi SDM seiring dengan perkembangan teknologi. Terlebih Indonesia akan menjadi pemain besar karena ditargetkan pada usia 1 abad kemerdekaan, Indonesia akan menjadi 4 besar ekonomi dunia.

“Sehingga BUMN dan BUMD menjadi pilar yang harus ditingkatkan kompetensi teknologi, kompetensi efisiensi produktifitasnya, dan akhirnya ini harus kita komunikasikan. Rasa percaya diri menjadi instrumen penting untuk kita semua aktifits GPR. Baik daerah maupun pusat untuk bisa bersaing dengan pemain global di tengah teknologi yang semakin maju ini,” tutup Widodo.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru