SuaraPemerintah.id – Kementerian Perindustrian (Kemperin) melalui Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) akan menyelenggarakan “Konferensi dan Pameran Virtual Industri 4.0″ terbesar di Indonesia pada 18 – 20 Agustus 2021.
Kegiatan yang berkolaborasi dengan Naganaya Indonesia ini dilaksanakan seluruhnya secara online.
Kegiatan dilakukan dalam rangka mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan pada ekosistem industri 4.0 (Sindi 4.0) dan membahas mengenai perkembangan industri 4.0 di kementerian/lembaga/BUMN, industri/asosiasi, technology provider, Lembaga R&D, konsultan, dan akademisi.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang tahunan berkumpulnya seluruh pemangku kepentingan Sindi 4.0 khususnya di Indonesia, dan dapat memberikan manfaat yang konkret terhadap perkembangan industri 4.0 di Indonesia,” ujar Direktur Utama PT Naganaya Indonesia Internasional Aditya Adiguna dalam keterangan, Senin (28/6/2021).
Aditya mengatakan kegiatan konferensi Indonesia 4.0 tidak hanya akan mengundang pembicara nasional saja, tetapi juga turut menghadirkan pembicara global yang akan memberikan informasi, ilmu, maupun pandangan terkait isu terkini industri 4.0.
Disamping itu, kegiatan ini juga mentargetkan kurang lebih 100 peserta pameran dari perusahaan teknologi nasional maupun global, BUMN, startup, kampus, asosiasi, dan lembaga pemerintah yang akan memamerkan teknologi terkini dan informasi terkait industri 4.0.
Salah satunya adalah Schneider Electric, perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi dan otomasi, menjadi mitra pertama yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai proyek percontohan smart factory di Indonesia dengan mendapatkan penghargaan “A National Lighthouse for Indonesia”.
Aditya memaparkan, sinergi dan kolaborasi antarpihak merupakan kunci dalam implementasi industri 4.0. Transformasi industri 4.0 akan menjawab permasalahan yang dihadapi pelaku industri dan mempercepat pemulihan industri nasional saat ini.
Disebutkan Kemperin telah membentuk Sindi 4.0, untuk membangun sinergi dan kolaborasi antarpihak meliputi pemerintah, pelaku industri/asosiasi, akademisi dan Lembaga R&D, technical provider, konsultan, dan pelaku keuangan guna mempercepat proses transformasi Industri 4.0, membangun jejaring dan kerja sama dalam akselerasi proses transformasi Industri 4.0.
“Melalui Sindi 4.0, Kemperin berupaya untuk meningkatkan sinergi dengan menghubungkan pemerintah, konsultan, akademisi, peneliti dan pelaku industri untuk dapat mendukung transformasi teknologi sesuai dengan apa yang telah di rencanakan dalam program nasional ‘Making Indonesia 4.0’,” ujarnya.
Aditya menambahkan rangkaian acara pendukung lainnya yakni Podcast 4.0, Virtual Tour Plant dan Awards. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengunjungi www.indonesia40.id.
Sementara itu, Hedi Santoso selaku Industry BVC Schneider Electric Indonesia mengatakan membangun ekosistem seperti Sindi 4.0 yang menjadi wadah bersinergi dan berkolaborasi antarseluruh pemangku kepentingan sangatlah penting dalam rangka percepatan transformasi industri di Indonesia.
Hal ini mengingat salah satu kendala terbesar pelaku industri adalah memperoleh akses terhadap teknologi, keahlian, dan mitra yang tepat dalam membantu transformasi digitalnya.
“Untuk itu kami menyambut baik dan sangat antusias untuk menjadi bagian dalam ekosistem ini dengan berbagi keahlian, solusi, dan pengalaman dalam transformasi digital”, ujar Hedi.


.webp)
















