SuaraPemerintah.ID –Â Gubernur Jawa Barat, yang biasa di panggil kang Emil mempunyai agenda disisa perpanjangan PPKM Darurat hingga Minggu (25/7/21). Kang Emil diagendakan untuk blusukan ke berbagai wilayah Jawa Barat dalam hal membagikan sembako kepada masyarakat yang tidak terdata sebagai penerima bansos pemerintah.
Hal yang dilakukan kang Emil sudah terlaksana sejak Selasa (20/7/21). Dalam blusukannya Ridwan Kamil menggunakan sepeda motor ke beberapa wilayah di Kota Bandung, mulai dari Kota Cimahi sampai Kabupaten Bandung. Dia memberikan langsung bantuan sembako tersebut dan uang tunai. Sesekali Dia mendengarkan curahan hati dan aspirasi mereka.
Pembagian sembako dan uang tunai ini akan dilaksanakan ke berbagai wilayah Jawa Barat, paling tidak sampai PPKM Darurat selesai. Bantuan yang diberikan bersumer dari donasi, CSR, hingga uang pribadi.
“Kita kan menunggu kejelasan siapa yang mendapatkan bansos. Keputusan itu kan didapat baru sekitar tujuh hari lalu dari rapat nasional siapa yang dapet bansos formal dari berbagai pintu, kemensos dan lain-lain. Total Jabar sekitar 63 persen tercover bansos pusat,” kata Ridwan Kamil.
“PPKM darurat ini melahirkan mereka kategori miskin baru yang ga terdata dan harus ditolong. Jadi kita ada penyisiran secara door to door. Besok saya di lapangan juga bagi bansos Kabupaten Bekasi, Cianjur Sukabumi, seminggu ini mungkin banyak di lapangan,” paparnya.
Tak hanya improvisasi, Ridwan Kamil menyebut blusukan ini dapat memudahkan kebutuhan masyarakat dimasa sulit pandemi Covid-19. Meski demikian, ia mengakui ada kendala disaat pembagian bantuan tersebut. Oleh karena itu, ia mengimbau agar semua pihak ikut berpartisipasi dalam menyalurkan bantuan ini.
“Psikologis warga sedang marah, melemah, pasrah dan butuh support pemimpin sehingga dengan kehadiran pemimpin secara langsung diharapkan menaikkan moral dan semangat pada saat sulit,” tutur kang Emil.
“Tapi karena dinamika di lapangan tidak mudah. Kita perlu kolaborasi. Sehingga saya mengajak dalam tujuh hari ke depan komunitas yang mau berbagi, kami ada logistik sembakonya tapi kekurangan pasukan menyisir mereka yang tidak terdata secara formal karena mungkin KTP-nya tidak valid atau tidak terdata secara domisili, lagi kesusahan lain-lain kelaparan juga. Itu yang kita sisir,” tutupnya.


.webp)


















