Rabu, Februari 4, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Peluang Greysia/Apriyani Dapatkan Medali Emas Olimpiade Tokyo

SuaraPemerintah.ID – Sejarah baru akan terukir pada pertandingan final ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu. Hal ini dapat diungkapkan karena mereka berpeluang membawa pulang medali emas Olimpiade 2020 Tokyo setealah berhasil mendapatkan tiket final di Mushashino Forest Plaza pada Sabtu (31/07/21). Meski tinggal selangkah lagi, Greysia/Apriyani harus berusaha keras untuk mewujudkan itu semua menjadi kenyataan.

Kalahnya pebulutangkis Korea Selatan Sohee Lee/Shin Seungchan menjadi peluang besar bagi Greysia/Apriyani untuk meraih medali emas. Salah satu andalan Indonesia cabang olah raga Ganda putri berhasil menutup kemenangan dengan skor 21-19 21-17. Atas kemenangan ini, Greysia/Apriyani berhasil lolos ke laga puncak melawan Qing Chen Chen/Yi Fan Jia, pada Senin (02/08/21). Unggulan dua asal China ini maju usai menang atas Soyeong Kim/Heeyong Kong 21-15 21-11.

- Advertisement -

Pasangan ganda putri Indonesia ini mengaku ingin lebih fokus lagi dengan mempersiapkan diri melawan pemain unggulan China. Salah satu yang ia fokuskan adalah menjaga spirit pertandingan. Soal strategi menghadapi lawan, dikatakan Greysia, secara tipe permainan keduanya sudah saling mengetahui karena sering bertemu.

“Kami ingin terus menjaga pikiran seperti datang awal ke Tokyo. Kami ingin menikmati game agar bisa menunjang reforma di lapangan. Kami tak mau berpikir lawan seperti apa, begini atau begitu. Paling persiapan yang harus kami lakukan adalah menjaga ketenangan agar dapat mengontrol permainan serta mempersiapkan diri untuk recovery,” papar Greysia.

- Advertisement -

Greysia menjelaskan, kunci kesuksesan ini pada laga semifinal adalah kekuatan chemistry yang sudah terjalin antar keduanya. Terutama, ketika mereka tertinggal 8-11 pada game pertama dan berhasil menyamakan kedudukan di poin 11-11 hingga akhirnya mengamankan set pertama. Penampilan Greysia/Apriyani di empat besar tadi disaksikan langsung oleh Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Olimpiade Tokyo Rosan P Roeslani, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari yang didampingi Komite Eksekutif Teuku Arlan Perkasa Lukman, Rafiq Hakim Radinal dan Jadi Rajagukguk

“Dari masuk lapangan, saya bilang kepada Apriyani harus menang dua game. Atmosfer ini harus kami dapatkan. Sebenarnya, strategi game pertama berjalan dan kami juga diuntungkan karena menang angin, tetapi lawan gak mau menyerah. Tapi, setelah poin 11-11, kami mengubah strategi, bermain pola lebih pendek dan memancing mereka agar sehingga kami punya kesempatan untuk menyerang,” tuturnya.

Dalam babak kedua, Apriyani menyebut, mereka sempat kesulitan karena angin tidak mendukung. Namun, semangat juang dan pola komunikasi yang baik antarkeduanya membuat mereka berhasil merebut kemenangan dua game langsung.

“Smash lawan itu kenceng karena mereka menang angin di game kedua. Tapi, seperti yang sudah dikatakan, kami sudah punya spirit lebih dulu,” pungkas Apri.

Terpisah, pelatih ganda putri Eng Hian meminta masyarakat Indonesia bisa meredam ekspetasi berlebihan kepada anak-anak latihnya. Menurutnya, biarkan Greysia/Apriyani dengan caranya sendiri di babak final.

“Sebenarnya masalah nonteknis saat pemain tidak bisa mengontrol ekspetasi. Olimpiade ini banyak unggulan tumbang karena bermain berbeda dengan standar karena beban berat. Mohon pemberitaan jangan terlalu berlebihan. Mohon doanya saja,” tutur Didi.

Dia mengakui, Greysia/Apriyani tertinggal secara head-to-head dari Qing/Yi dengan agregat 3-6.

“Kami sudah mendekati fase terpenting. Secara teknis sudah disiapkan, terapi apakah strategi berjalan apa tidak bergakung di lapangan nanti,” tutupnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru