Senin, Februari 2, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemerataan Infrastruktur, Pemerintah Garap Jalan Trans Papua Rp 6,19 T

SuaraPemerintah.ID– Pemerintah berkomitmen mewujudkan pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua dan Papua Barat. Program ini untuk mengurangi angka kemiskinan, mengurangi indeks kemahalan, dan pemerataan pembangunan infrastruktur khususnya di Bumi Cenderawasih tersebut.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengambil terobosan pembangunan infrastruktur lebih terpadu, tepat, fokus, dan bersinergi dengan kementerian atau lembaga serta pemerintah daerah.

- Advertisement -

“Hal ini sesuai dengan amanat Inpres Nomor 9 Tahun 2020 dan arahan Bapak Presiden Joko Widodo,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jumat (30/07/21).

Tahun 2021, alokasi anggaran pembangunan infrastruktur untuk Provinsi Papua Rp 6,19 triliun, dengan rincian bidang Sumber Daya Air (SDA) Rp 732,87 miliar, jalan dan jembatan Rp 4,49 triliun, permukiman Rp 683,03 miliar, dan perumahan Rp 288,35 miliar. Saat ini, progres fisik pembangunan infrastruktur tersebut mencapai 37,95 persen.

- Advertisement -

Sementara itu, di Provinsi Papua Barat alokasi anggara Rp 3,75 triliun digunakan untuk bidang SDA Rp 543,27 miliar, jalan dan jembatan Rp 2,66 triliun, permukiman Rp 312,23 miliar, dan perumahan Rp 228,83 miliar. Hingga saat ini, pembangunan infrastruktur mencapai 44,09 persen.

Menteri PUPR menyampaikan, peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua salah satunya dilakukan dengan membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan akses serta konektivitas dari darat maupun multimoda, di antaranya pembangunan Jalan Trans Papua, dengan total panjang 3.462 kilometer.

Dari total panjang jalan tersebut, saat ini jalan telah tembus sepanjang 3.446 kilometer, dengan kondisi teraspal sepanjang 1.733 kilometer, jalan belum teraspal 1.712 kilometer. Sedangkan jalan yang belum tembus sepanjang 16 kilometer. Pada tahun 2021 penanganan Jalan Trans Papua di Papua yakni, sepanjang 139 kilometer dan Papua Barat 120 kilometer meliputi pembangunan baru, pembukaan jalan, dan peningkatan struktur (perkerasan).

Kementerian PUPR juga sedang menyelesaikan pembangunan Jalan Perbatasan di Papua dengan total panjang 1.098 kilometer, di mana telah tembus 931 kilometer dengan kondisi teraspal sepanjang 756 kilometer.

Tahun 2021 ini sedang dikerjakan Jalan Perbatasan di Papua sepanjang 34 kilometer, meliputi pembangunan baru, pembukaan jalan, dan peningkatan struktur (perkerasan). Di daerah perbatasan, Kementerian PUPR membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Yetetkun dengan progres delapan persen dengan target selesai April 2022 dan PLBN Sota telah selesai pada 2020, termasuk sarana pasar.

Selanjutnya, untuk dukungan pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), Kementerian PUPR membangun sebanyak 179 sekolah dan keagamaan sudah ditangani, satu perguruan tinggi, dan delapan sarana olahraga di Papua. Selain itu Kementerian PUPR juga melaksanakan pelatihan SDM jasa konstruksi melibatkan mitra kerja asli Papua dan Papua Barat.

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi setempat, Kementerian PUPR telah menyelesaikan rehab Pasar Wouma di Wamena pada 2020, dengan anggaran Rp 2,1 miliar dan rehab 403 ruko di Wamena pasca konflik sosial dengan anggaran Rp 138,6 miliar.

Selanjutnya Kementerian PUPR sedang melakukan lelang pembangunan Pasar Thumburuni di Fakfak, Papua Barat dengan rencana mulai konstruksi awal Agustus 2021.

Selain itu, untuk memberikan ruang berkarya lebih kepada putra-putri Papua unggul, kreatif, dan maju, Kementerian PUPR tengah melakukan pembangunan pusat pengembangan kreatif Papua atau Youth Creative Hub di Jayapura, Provinsi Papua. Saat ini progresnya dalam persiapan lelang dan direncanakan untuk mulai pembangunan fisiknya 31 Agustus 2021.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru