SuaraPemerintah.ID– PT Bank Tabungan Negara (BTN) menjadi salah satu bank BUMN yang siap mengawal momen bangkitnya ekonomi ini. Sederet upaya akan dilakukan BTN, khususnya penetrasi di sektor perumahan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2021 tercatat mencapai 7,07 persen. Bangkitnya ekonomi dari resesi ini tentunya menjadi kabar gembira juga bagi sektor perbankan.
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Haru Koesmahargyo mengatakan, pertumbuhan sektor perumahan mempunyai peluang sangat besar untuk mempercepat pemulihan ekonomi terganggu pandemi Covid-19. Pertumbuhan sektor perumahan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lainnya.
“Sektor perumahan memiliki multiplier effect terhadap 174 sub-sektor lainnya dan mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain seperti Jasa Real Estate, Perdagangan, Jasa Keuangan dan Perbankan, serta sektor lainnya,” ujar haru di Jakarta, Kamis (5/8).
Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, Dirut BTN menyebut mulai adanya kenaikan transaksi jual-beli hunian di sepanjang semester I-2021. Hal ini dibuktikan dari data pertumbuhan sektor perumahan dan real estate meningkat 2,82 persen secara YoY pada kuartal II-2021. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan di kuartal II-2020 dan kuartal IV-2020 yang masing-masing sebesar 2,31 persen dan 1,25 persen.
Haru membeberkan beberapa faktor mendorong pertumbuhan di sektor perumahan disumbang oleh beberapa regulasi, subsidi maupun stimulus dari pemerintah yang terdiri dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan berupa penurunan beban risiko ATMR, pelonggaran LTV, insentif pajak, subsidi bunga dan lainnya.
“Kebijakan tersebut membuat sektor perumahan menunjukkan pertumbuhan yang positif di sepanjang pandemi ini meskipun pertumbuhan total kredit sektor perbankan sempat mengalami kontraksi. Hal ini menunjukkan optimisme bahwa sektor perumahan akan terus tumbuh seiring dengan pemulihan ekonomi nasional,” tambahnya.


.webp)












