Suarapemerintah.ID – Generasi 70-90an kemungkinan besar mengenal baik nama Ibu Kasur. Seorang tokoh pendidikan anak yang lagu-lagu ciptaannya digemari oleh anak-anak zaman dulu dan masih kerap diperdengarkan hingga sekarang. Beberapa lagu ciptaannya yang terkenal antara lain Kucingku, Bertepuk Tangan, Sayang Semua, dan Main Sembunyi.
Total, ada 20 lagu anak-anak yang telah diciptakan oleh Ibu Kasur bersama sang suami, Pak Kasur. Sementara Pak Kasur sendiri sudah menciptakan sekitar 140 lagu anak-anak. Mereka menjadikan lagu sebagai salah satu media pendidikan anak.
Lagu-lagu ciptaan Ibu Kasur memiliki lirik yang sederhana dan dekat dengan lingkungan anak sehari-hari. Dilansir dari id.theasianparent.com, Bu Kasur sengaja menciptakan lagu-lagunya berdurasi pendek agar mudah diingat oleh anak-anak.
Uniknya, tak ada satu pun lirik lagu ciptaannya yang mengandung huruf ‘r’. Bu Kasur sengaja menghindari huruf ‘r’ karena anak balita sulit melafalkannya. Begitu detailnya ia memperhatikan kebutuhan anak dalam menciptakan lagu.
Di tengah kesibukannya membuat lagu, Bu Kasur juga fokus mengajar di Taman Kanak-Kanak (TK) yang ia dirikan bersama sang suami. Ya, pada 1968, pasangan Kasur mendirikan TK Mini di rumah mereka yang berlokasi di Jl. Agus Salim, Jakarta. Beberapa tahun kemudian, lokasinya pindah ke Jl. Cikini V.
Bu Kasur dan Pak Kasur sama-sama aktif mengajar di TK mereka. Kreatifitas yang biasa mereka tunjukkan lewat lagu, juga mereka tampilkan melalui cara mengajar yang unik dan menyenangkan.
Salah satu metode pengajaran yang diterapkan oleh Pak Kasur adalah memberikan visualisasi yang nyata. Contohnya, Pak Kasur membacakan kalimat ‘kucing di bawah meja’. Lalu, ia membawa kucing ke dalam kelas dan meletakkannya di bawah meja agar anak-anak bisa melihat langsung makna dari kalimat tersebut. Dengan begitu, anak-anak akan jauh lebih mengerti arti dari suatu kalimat.
Metode pengajaran menyenangkan tersebut pernah dinikmati oleh beberapa tokoh penting di Indonesia saat ini. Seto Mulyadi, Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, dan Hayono Isman adalah beberapa tokoh yang pernah bersekolah di TK Mini.
Ketika Pak Kasur dan Bu Kasur semakin bertambah usia dan tak lagi mengajar, mereka tetap rajin berkunjung ke TK Mini untuk menyapa para siswa. Bahkan, satu minggu sebelum Bu Kasur meninggal, ia masih ikut menemani murid-murid tamasya ke Taman Safari. Bu Kasur meninggal dunia pada 2002.
Pak Kasur telah wafat 10 tahun sebelumnya, tepatnya pada 1992. Sejak Pak Kasur wafat, nama TK Mini berubah nama menjadi TK Mini Pak Kasur. Cabangnya pun bertambah banyak, yaitu di Cipinang, Pasar Minggu, Bekasi, dan Tangerang.
Kisah pasangan Kasur
Nama asli Bu Kasur adalah Sandiah. Ia lahir pada 16 Januari 1926. Sandiah memperoleh panggilan Ibu Kasur setelah menikah dengan suaminya.
Pak Kasur sendiri memiliki nama asli Soerjono. Karena berkecimpung di dunia anak-anak, Soerjono sering dipanggil Kak Sur hingga akhirnya tercipta panggilan Pak Kasur.
Pak Kasur dan Bu Kasur pertama kali bertemu di tengah masa Revolusi Fisik (1945-1949). Saat itu, Pak Kasur ikut turun ke medan perang dan bergerilya di wilayah Priangan, Jawa Barat. Di sana, ia bertemu dengan seorang anggota Palang Merah yang juga mantan pegawai Karesidenan Priangan, Sandiah. Keduanya saling jatuh cinta dan menikah pada 1946.
Ketika perang berakhir atau sekitar tahun 1950-an, mereka pindah ke Jakarta. Pak Kasur memperoleh pekerjaan di sebuah lembaga pendidikan dan sempat menjadi anggota Lembaga Sensor Film.
Ia baru terjun ke dunia anak-anak saat mengurus siaran anak-anak di Radio Republik Indonesia (RRI). Program ini terkenal di Tanah Air dan Singapura. Nama Pak Kasur pun mulai dikenal luas di kalangan pendidik, perkumpulan pemuda, studio-studio film, dan badan sensor film di Belanda.
Saat siaran di RRI, ia sering mengajak sang istri. Bu Kasur pun ikut dilibatkan untuk mengasuh program anak-anak tersebut. Jika Pak Kasur berhalangan hadir untuk membawakan acara, maka Bu Kasur yang diminta untuk menggantikannya.
Sejak sering menggantikan sang suami memandu acara, nama Bu Kasur kian melambung. Mereka menjadi pasangan yang terkenal di dunia anak-anak.
Ketika TVRI mulai mengudara pada 1962, pasangan Kasur didapuk menjadi pembawa acara “Arena Anak-anak”, “Mengenal Tanah Air”, dan “Taman Indria Bu Kasur”. Selain itu, Ibu Kasur juga sempat memandu acara “Hip-Hip Ceria” di RCTI yang berhasil mendulang kesuksesan.
Atas kiprahnya di dunia pendidikan anak-anak, Ibu Kasur pernah menerima banyak penghargaan. Penghargaan tersebut antara lain Bintang Budaya Parama Dharma, penghargaan dari Presiden Republik Indonesia pada Hari Anak Nasional 1988, dan Centro Culture Italiano Premio Adelaide Ristaro Anno II dari Pemerintah Italia. (Siti Melati – Anggota Perempuan Satu Indonesia)
Kredit visual: 3.bp.blogspot.com


.webp)

















