spot_img

BERITA UNGGULAN

Memelihara Hewan Saat Pandemi Bisa Mengurangi Stress dan Depresi Pada Anak

Suarapemerintah.ID – Video atau foto lucu binatang peliharaan kini tersebar di berbagai akun media sosial seperti Instagram atau Youtube. Tingkah kocak kucing yang tertidur di atas mangkuk makanan, atau sikap manjanya ketika meminta perhatian kepada si empunya kerap mengundang respon netizen.

Terlebih lagi, sekarang masyarakat mulai sadar untuk mengadopsi kucing atau menyelamatkan kucing di jalanan yang kelaparan dan terlantar. Memiliki binatang peliharaan pun menjadi upaya untuk berkontribusi terhadap lingkungan.

Manfaat memelihara binatang di rumah pun ternyata dapat dirasakan dalam proses tumbuh kembang anak. Banyak penelitian menunjukkan bahwa memelihara kucing, kelinci, anjing, atau binatang peliharaan lainnya berdampak positif terhadap perkembangan mental anak.

Menurut Gina McDowell, seorang konsultan klinis profesional di Nationwide Children’s Hospital, Amerika Serikat, pernah mengatakan bahwa binatang peliharaan berperan sangat penting dalam kehidupan keluarga serta memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental dan emosional anak.

Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan oleh University of Western Australia dan Telethon Kids Institute memperlihatkan fenomena tersebut.

Anak-anak yang di rumahnya memelihara anjing 40% lebih kecil kemungkinan untuk mengalami masalah dalam berinteraksi dengan anak-anak lain. Selain itu, mereka juga 34% lebih mudah untuk berbagi dengan orang lain.

Dilansir dari Huffpost, McDowell mengungkapkan bahwa binatang peliharaan bisa memperbaiki suasana hati serta membantu pengelolaan emosi bagi anak. Bermain bersama peliharaan bisa membangun emosi positif yang dapat bertahan sepanjang hari.

Selain menyenangkan bagi anak, kegiatan tersebut juga membantu menghindarkan gejala kecemasan dan depresi. Mereka pun dapat merasakan manfaat emosional dari kegiatan ini ketika dibiasakan sejak usia dini.

Manfaat tersebut menjadi lebih penting lagi di masa pandemi Covid-19 ini. Kondisi dunia yang serba tidak menentu dan penuh ketakutan telah berlangsung selama satu tahun lebih sehingga menimbulkan kecemasan dan stress di tengah masyarakat, termasuk kelompok anak-anak.

Tak mengejutkan jika kemudian tren memelihara binatang meningkat sejak pandemi. Di AS, misalnya, sebuah lembaga perlindungan hewan atau shelter di Los Angeles melaporkan bahwa jumlah adopsi meningkat dua kali lipat. Sejak pandemi, dalam sehari ada sekitar 10 sampai 13 hewan yang diadopsi dari shelter.

Sementara itu, berdasarkan pendapat Steven Feldman, Presiden Human Animal Bond Research Institute, alasan anak-anak merasa nyaman dengan kehadiran binatang peliharaan adalah karena mereka tidak merasa dihakimi.

Kucing atau anjing dan sejenisnya tidak pernah memandang manusia dengan tatapan yang menghakimi atau mencemooh. Hal ini memberikan rasa aman dan nyaman kepada manusia, terutama anak-anak.

“Studi mengungkapkan bahwa orang yang memelihara binatang cenderung tidak merasa kesepian. Mereka juga merasakan sense of support,” kata McDowell.

Hal tersebut juga diamini oleh Feldman. Dia mengatakan bahwa binatang peliharaan dapat mengurangi rasa kesepian dan terisolasi. Sesuatu yang sangat dibutuhkan semua orang dalam kondisi dunia yang berjarak.

Adapun anak-anak akan sangat terbantu untuk mengasah kemampuan sosialnya selama pembelajaran jarak jauh via daring diterapkan. Ketika nanti mereka kembali bersekolah seperti biasa dan berinteraksi dengan teman-teman sebaya, mereka lebih memiliki kepercayaan diri.

Memiliki hewan pendamping seperti anjing, kucing, atau kelinci mampu meningkatkan kemampuan sosial, berinteraksi, menumbuhkan rasa empati, serta mengembangkan perilaku bermain yang positif bagi anak-anak.

Manfaat lain dari memelihara binatang bagi anak kecil adalah membantu mereka membangun rutinitas. Pada masa pandemi seluruh keluarga berada di rumah sehingga sekat untuk memisahkan kepentingan masing-masing antara anggota keluarga lebih sulit dilakukan.

Kebanyakan orang tua harus bekerja di rumah, tapi masih harus mengawasi dan mengurusi anak-anaknya. Belum lagi urgensi untuk “pergi” sekolah tidak lagi terasa karena tidak ada jarak yang berarti. Kemungkinan yang terjadi, anak-anak lebih susah untuk bangun dan bersiap-siap sekolah.

Berbeda halnya jika anak-anak sudah terbiasa memiliki binatang peliharaan. Mereka terbiasa dilibatkan dalam kegiatan rutin untuk mengurus peliharaan, seperti memberi makan, mengajak bermain, dan sebagainya.

“Kita cenderung memiliki jadwal tertentu ketika memiliki peliharaan, dan kita tahu bahwa rutinitas yang terstruktur dapat mendorong anak untuk berkembang,” ujar McDowell.

Selain itu, lanjut dia, melibatkan anak dalam tugas mengurus binatang peliharaan mampu membentuk rasa tanggung jawab, sense of purpose, dan meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri. Dalam hal ini, anak merasa dibutuhkan dan memiliki sebuah tujuan.

Bagaimana, tertarik memelihara hewan di rumah?. (Septiani Virzi – Anggota Perempuan Satu Indonesia)

Kredit visual: merdeka.com

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email sekt@suarapemerintah.id

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru