Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Pemkab Bekasi Berencana Bangun Museum Sejarah Kyai Haji Noer Alie

SuaraPemerintah.ID-Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana membangun Museum Sejarah Pahlawan Nasional KH Noer Ali di area Pondok Pesantren At-Taqwa Putri, Ujung Harapan, Babelan Kabupaten Bekasi.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja menyampaikan, rencana pembangunan Museum KH Noer Ali saat ini dalam tahap pengkajian dan sedang dikonsultasikan dengan pihak keluarga.

- Advertisement -

“Kita rencananya memang ingin membangun sebuah museum tentang KH Noer Ali. Sedang kita kaji dan sedang konsultasikan dengan pihak keluarga,” kata Bupati Eka, saat ziarah dan tabur bunga dalam rangka peringatan Hari Pahlawan, di Ponpes At Taqwa Putri, Ujung Harapan, Babelan, Selasa (10/11/20).

Bupati berharap keberadaan Museum KH Noer Ali nantinya dapat mengenalkan sosok pahlawan asli Bekasi itu kepada masyarakat Kabupaten Bekasi.

- Advertisement -

Bagaimana kiprah dan perjuangan sosok ulama pejuang yang dijuluki Singa Karawang-Bekasi itu.

Mendengar ucapan tersebut, salah seorang putra KH Noer Ali yakni KH Amin
Noer mengatakan, pihak keluarga menyambut baik rencana Pemkab Bekasi yang akan mendirikan museum KH Noer Ali.

“Kami sekeluarga pertama memang dulu terpikir ke arah itu, terutama setelah pak kiai diangkat sebagai pahlawan nasional, sehingga perlu ada data-data beliau yang harus disimpan di museum,” kata KH Amin Noer.

Ia menyebutkan, pihak keluarga sudah lama membicarakan rencana pembangunan Museum KH Noer Ali tersebut dengan Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja.

Adanya museum itu, maka peninggalan KH Noer Ali yang terpencar di berbagai tempat harus ditarik dan dikumpulkan pada satu tempat ini.

“Banyak peninggalan beliau, seperti benda-benda juga, ada tongkat, golok, termasuk mobil pak kyai itu ada. Untuk baju-baju pak kiai, kita malah kehabisan, sampai kaos-kaosnya pada rebutan waktu itu,” tutur Kyai Amin Noer.

Selain benda-benda, kata KH Amin Noer, dokumen sejarah tentang KH Noer Alie
terdiri dari beberapa jenis, baik berupa tulisan maupun dokumentasi berupa rekaman tape ceramah dan gambar video.

Dokumentasi tersebut dinilai sangat penting karena memiliki nilai sejarah dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan serta pelestarian sejarah perjuangan rakyat Bekasi.

“Jadi itu disarankan museum itu berisikan benda-benda peninggalan pak kiai dan dokumentasi berupa video maupun suara semasa hidupnya, utamanya saat berdakwah dan berjuang melawan penjajah,” paparnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru