SuaraPemerintah.ID – Stok oksigen di Nusa Tenggara Barat (NTB) aman. Direktur Rumah Sakit (RS) Provinsi NTB Lalu Herman Mahaputra menegaskan 58 ton oksigen sudah tersedia sejak Sabtu (7/8/2021).
“Saya pastikan ketersediaan oksigen kita terpenuhi, 58 ton yang masuk,” kata pria yang akrab disapa Jack dikutip dari portal resmi Polda NTB, Senin (9/8/2021).
Dijelaskan, selain 58 ton oksigen, Selasa (10/8/2021) nanti akan ada lagi tambahan datang ke NTB. “Nanti hari Selasa akan masuk 21 ton lagi, ada lagi bantuan dari kementerian sekitar 10 ton. Kemudian tadi juga saya dapat informasi akan ada 20 ton mau masuk,” ucapnya.
Dia menjelaskan, meski NTB mempunyai stok oksigen yang banyak, pihaknya akan mengatur penggunaannya. Kemudian untuk penanganan pasien juga akan diliat, tingkat keperluannya, jika bisa ditangani dengan tanpa oksigen maka itu lebih baik.
“Penggunaan oksigen ini harus diefisiensikan sebab kita tidak tahu sampai kapan Covid-19 ini. Semua direktur rumah sakit harus menghitung secara teliti kebutuhan oksigennya, ini salah satu solusi di masa pandemi seperti sekarang ini,” katanya.
emprov NTB juga meminta bantuan oksigen kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Rencananya, bantuan oksigen dari Kemenkes ini akan masuk sebanyak 10 ton ditambah reguler 21 ton pada 10 Agustus.
Sebelumnya Asisten III Setda NTB Nurhandini Eka Dewi mengatakan, Satgas Oksigen yang dibentuk Pemprov NTB berupaya maksimal memenuhi kebutuhan oksigen di seluruh rumah sakit di NTB.
Pemerintah Kota juga telah meminta bantuan oksigen generator ke Kementerian Kesehatan dan sudah tiga disetujui. Oksigen generator ini akan dialokasikan ke tiga RS di Pulau Sumbawa.
Ia berharap oksigen generator segera sampai di masing masing RS. “Prioritas pertama untuk bantuan untuk RS Pulau Sumbawa, dengan pertimbangan lokasi yang jauh atau butuh waktu 24 jam, dan rata rata RS di sana belum punya oksigen generator,” ujar Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB tersebut.
Ia meminta semua RS di NTB yang belum memiliki oksigen generator agar melakukan KSO sehingga punya cadangan di RS masing masing bila terjadi lonjakan pasien seperti yang terjadi saat ini.
Selain itu, ia menyebut, sebelumnya juga sudah ada bantuan oksigen concentrator dari Kemenkes sebanyak 119 oksigen concentrator, dan sudah dibagikan ke semua rumah sakit.
Ia pun berharap pasokan ini bisa membantu mengatasi kelangkaan oksigen di provinsi tersebut meski jumlahnya masih belum imbang dengan lonjakan permintaan oksigen yang tinggi.
“Sementara masih belum imbang antara kebutuhan dan pasokan diharapkan semua pihak menjaga efektivitas dan efisiensi pemanfaatan oksigen,” ujarnya.


.webp)


















