SuaraPemerintah.ID –Â Juru Bicara (Jubir) BSSN, Anton Setiawan membeberkan, BSSN telah berkomunikasi dengan seluruh kementerian dan lembaga pemerintah mengenai keamanan siber. Salah satunya mengenai Mustang Panda diduga sebagai pembobol sistem jaringan BIN dan 10 kementerian lain.
“Langkah utama yang kami lakukan adalah memberikan peringatan dan imbauan keamanan kepada kementerian dan instansi pemerintah lainnya,” tutur Anton.
Sebelumnya, Pakar Keamanan Siber, Pratama Persadha dengan pasukannya telah melakukan profiling kepada pelaku serangan bernama Mustang Panda. Mustang Panda sendiri adalah kelompok hacker asal Tiongkok dan menyusup pada sistem jaringan internal 10 kementerian dan lembaga negara Indonesia, salah satunya BIN.
“Mustang Panda adalah kelompok hacker yang sebagian besar anggota dari Tiongkok di mana grup ini membuat private ransomware yang dinamakan Thanos,” terang Pratama Persadha.
Menurutnya, Ransomeware dapat menjangkau data dan credential login pada PC nantinya mengirimkannya ke CNC (command and control). Bahkan hacker dapat mengontrol sistem operasi target.
Sebagai informasi, dugaan ini sesuai dengan laporan dari Insikt Group, divisi riset ancaman dari Record Future. Dikutip dari situs The Record, Minggu (12/9), aksi peretasan ini diperkirakan dilakukan oleh Mustang Panda.
Perlu diketahui, Mustang Panda merupakan jaringan hacker asal Tiongkok dikenal sering melakukan aksi mata-mata siber dan memiliki target operasi di wilayah Asia Tenggara. Para peneliti Insikt Group mengatakan mereka menemukan aksi penyusupan ini pertama kali pada April 2021.
Sementara itu, Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara, Kaspersky mengatakan, berdasarkan penargetan organisasi pemerintah di Asia dan Afrika, pihaknya menilai bahwa salah satu motivasi utama Mustang Panda adalah mengumpulkan data intelijen geo-politik dan ekonomi.


.webp)












