SuaraPemerintah.ID –Â Gubernur Bali Wayan Koster bertemu dengan Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan, Yoon Sung-won secara virtual. Pada kesempatan ini, Koster bakal membahas tiga isu.
Adapun isu yang dibahas antara lain, perencanaan pengembangan infrastruktur kereta api Bali, pengembangan kawasan industri energy bersih dan kendaraan listrik di Kabupaten Jembrana, Bali, serta pengembangan center of excellence bidang pengembangan wilayah, infrastruktur dan transportasi di Bali.
Gubernur Koster mengatakan, Bali sebagai destinasi wisata internasional sangat populer karna destinasi wisatanya indah dan unik. Sebab itu, perlu penguatan infrastruktur yang terkoneksi dan terintegrasi yang mengedepankan penggunaan kereta api dan kendaraan berbasis baterai.
Tak hanya itu, Koster juga memaparkan, Bali bakal mendorong tumbuhnya kawasan industry guna penyiapan energi bersih dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).
“Selain itu, Bali akan mendorong pengembangan integrasi kawasan dengan sistem transportasi yang difokuskan di beberapa lokasi, yakni di Sanur, Denpasar, Sentral Parkir Kuta, Badung, Ubud, Gianyar dan di Gunaksa, Klungkung. Ini akan menjadi mode inovasi yang selanjutnya akan dikembangkan di seluruh Bali,” papar Koster dalam keterangan tertulisnya, Selasa, (16/11/21).
Dalam pertemuan ini, Gubernur Koster berharap bantuan teknis dan investasi untuk dapat membangun infrastruktur di Bali dapat terlaksana.
“Saya optimis kerjasama Provinsi Bali dengan Korea tetap dapat dikembangkan, mengingat kedekatan culture kedua masyarakat dan hasil pertemuan ini dapat ditindaklanjuti secara konkret mulai tahun 2022,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korea Selatan, Yoon Sung-won menyambut baik gagasan tersebut. Dia menyebut Korsel perlu melakukan induksi dan pengenalan kemajuan industri dan sistem transportasi di Korea untuk dapat digunakan di Bali.
“Kerja sama secara sporadis sudah dimulai dengan dilakukannya penjajakan peluang pembangunan dengan pelaksanaan studi kelayakan pembangunan Kereta Api Ringan (LRT)Â sebagai akses Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali,” ujarnya.
Hal ini menurutnya sudah diperkuat pula dengan pengiriman dua orang staf Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk meneruskan sekolah di Korea dalam bidang perkeretaapian.
“Saya berharap, agar kerja sama ini dapat diperkuat dan dikonkretkan dengan melaksanakan studi serta perhitungan yang lebih mendetail, mengingat kondisi tanah dan budaya di Bali yang jauh lebih menantang dibandingkan di Korea,” ujarnya.
Selain itu, Yoon mengharapkan agar pengiriman staf untuk bersekolah di Korea dapat dilanjutkan dan ditambah dengan kursus-kursus singkat melalui suatu kerjasama yang lebih terstruktur.
Tak hanya bidang bidang infrastruktur, Wamen Yoon juga menawarkan program- program pelatihan untuk PNS dan pegawai Pemerintah Provinsi Bali, pada berbagai sektor untuk berangkat ke Korea di dalam


.webp)


















