Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Rachmat Gobel: Indonesia Bagian Timur Harus Lebih Diperhatian

SuaraPemerintah.ID – Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menegaskan, Indonesia Timur harus mendapat perhatian yang lebih baik dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Mengingat, lima daerah termiskin di Indonesia semuanya berasal dari Indonesia Timur.

Rachmat Gobel menyampaikan hal ini saat menerima aspirasi dari para bupati atau wakil bupati dari Nusa Tenggara Timur (NTT) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/2/2022). Saat menerima aspirasi tersebut, Rachmat Gobel didampingi oleh Anggota DPR RI dapil NTT Ratu Ngadu Bonu Wulla, Jacki Uly, dan Julie Sutrisno.

- Advertisement -

“Kita harus memulai dengan pembangunan sumber daya manusia. Ada pepatah Jepang yang patut kita contoh yaitu, ‘sebelum membuat barang yang baik maka harus dimulai dengan membangun manusia yang baik terlebih dahulu’. Di sinilah pentingnya pendidikan dan kesehatan,” ujarnya.

Rachmat Gobel juga mengemukakan penting juga membangun ekonomi yang berbasis pada potensi yang dimiliki daerah. Ia mencontohkan, garam dari NTT memiliki kualitas yang premium, dan mendekati kualitas garam industri. Namun dalam kenyataan harganya sering tak sebanding dengan kualitasnya. Untuk itu, perlu strategi marketing dan narasi tentang keunggulan garam NTT.

- Advertisement -

“Selain itu, harus bersatu agar tidak ada banting-bantingan harga. Indonesia sangat membutuhkan garam dan ke depan kebutuhannya akan terus meningkat. Saat ini Indonesia masih mengimpor garam industri,” ungkapnya.

Kondisi tersebut merupakan potensi yang harus betul-betul dimaksimalkan oleh NTT. “Butuh sentuhan lebih lanjut agar ekonomi garam di NTT menjadi kuat,” ucap Pimpinan DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) ini.

Menurut Rachmat Gobel, masih banyak potensi yang dimiliki NTT, seperti kain tenun, beras Sumba, pariwisata, dan lain-lain. Mereka membutuhkan alat-alat berat untuk membuat jalan perintis, memperluas lahan pertanian, membangun embung, dan lain-lain. Mereka juga menghadapi keterbatasan jumlah tenaga kesehatan seperti dokter, apalagi dokter spesialis.

“Saya akan teruskan ke kementerian terkait, karena ini sangat penting bukan hanya bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat NTT, tapi juga bagi Indonesia,” tutupnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru