SuaraPemerintah.ID – Head Of Division Corporate Secretary PT. Mandiri Tunas Finance, Arif Reza Fahlepi, megungkapkan pandemi seakan memaksa timnya untuk mengoptimalkan segala macam unsur digital. Hal ini membuat semua tim harus bisa beradaptasi agar tercipta efektifitas kerja.
“Agar semua bisa mendapatkan update, kita harus shifting dan beradaptasi dengan pola komunikasi. Saat ini ada beberapa media informasi yang digunakan seperti sosial media mulai dari Instagram, Facebook, dan juga website yang kita kelola. Ada juga platform digital seperti MTF Go,” ujar Arif kepada SuaraPemerintah.ID melalui zoom, Selasa (05/05).
Menurutnya hal ini tidak berimbas pada relasinya dengan media konvensional, karena jauh sebelum ada pandemi sudah ada grup komunikasi dengan insan media.
“Bahkan jejaring sosmed lebih luas saat ini. Jadi networking ke temen2 media makin optimal. terus sekarang kan udah ada hybrid juga, jadi kita bisa mengumpulkan kembali teman-teman media, baik offline maupun online,” katanya.
Terkait membangun reputasi positif perusahaan di era digital, Arif menyatakan hal itu sangat menantang karena saat ini dituntut untuk segera merespon kebutuhan pelanggan kita. Selain itu ia juga menceritakan cara menghadapi sentimen negatif dari warganet, yang lebih memilih untuk tidak berdebat di media sosial.
“Jadi sdm kita mendapat training intesif untuk mengahdapi situasi ini. Kita harus cepat merespon dan memberikan kemudahan untuk stakeholder dan shareholder, karena tagline kita fast & easy.”
“Di perusahana jasa, pelayanan itu sangat subjektif. Kalau ada yang melontarkan respon negatifnya di sosmed, langkah yang kita tempuh pertama adalah mengajak orang tersebut berdiskusi dan berkomunikasi secara personal, kita beri jalur untuk menyatakan pendapat dan dicarikan solusinya. Jadi kita tidak akan melakukan berdebat di sosial media, karena itu tidak akan menyelesaikan masalah,” ujarnya.


.webp)


















