Selasa, Januari 27, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Ribuan Karyawan Bank Terancam di-KO Sistem Ini

SuaraPemerintah.ID – Nasib ribuan karyawan bank kini berada di ujung tanduk dan terancam terkena PHK besar-besaran gegara jumlah kantor cabang bank terus berkurang setiap tahun. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) periode Februari 2022 jumlah kantor bank sebanyak 28.350 unit dari 107 bank.

Untuk jumlah kantor ini, menyusut 2.597 unit sejak 2019 yang mencapai 31.127 unit dari 110 bank. Kemudian pada 2020 jumlah kantor bank tercatat 30.733 unit dari 109 bank. Sedangkan pada 2021 jumlah kantor bank tercatat 29.999 unit dari 107 bank. Jika dijabarkan untuk empat bank BUMN jumlah kantornya tercatat 14.595 unit atau turun 3.026 unit dari periode 2019 yang mencapai 17.261 unit kantor cabang.

- Advertisement -

Untuk Bank Pembangunan Daerah (BPD) tercatat 4.983 unit dari total 27 BPD. Lalu bank swasta tercatat 8.925 unit kantor cabang dari jumlah 68 unit bank pada periode Februari 2022. Angka ini turun 149 unit dibandingkan periode 2019 yang tercatat 9.074 unit dari 71 jumlah bank swasta.

Kalangan pengamat menyebut menyusutnya jumlah kantor cabang bank karena digitalisasi yang harus dihadapi oleh sektor perbankan. Bahkan tutupnya kantor cabang ini bisa terus terjadi ke depan.

- Advertisement -

Sejalan dengan digitalisasi yang semakin masif. Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan dengan digitalisasi ini maka bank tak perlu mengeluarkan biaya terlalu besar untuk membuka kantor cabang.

Hal ini karena untuk membuka kantor cabang bank membutuhkan biaya yang sangat besar. “Tren ini akan terus berlanjut, sejalan dengan bermunculannya bisnis bank digital. Apalagi salah satu bank digital mengalami kenaikkan pendapatan bunga dan fee based income yang sangat cepat, padahal jumlah karyawan hanya 200 orang,” jelas dia, Selasa (31/05) dilansir dari detik.com.

Jadi sekarang, investasi bank digital berubah menjadi investasi ke sistem keuangan digital dan kolaborasi antar pemain di ekosistem keuangan

Direktur CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan karyawan bank harus mengantisipasi ancaman ini. Mereka bisa mengasah kemampuan baru dan beralih ke pekerjaan lain jika digitalisasi makin masif.

“Tidak hanya di perbankan sebenarnya harus antisipasi. Mereka harus mempersiapkan diri agar tidak tergusur oleh kemajuan teknologi digital. Caranya adalah membekali diri, siap-siap untuk pekerjaan baru yang pasti akan terbentuk ketika digitalisasi dilakukan,” jelasnya.

Sementara, Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara mengungkapkan tidak semua bank punya program persiapan pensiun dini. Ada juga yang pemberitahuan PHK terhadap karyawan dilakukan mendadak dengan berbagai alasan.

Bhima menjelaskan jika eks karyawan bank punya kemampuan khusus dan mau belajar otodidak soal digital-risk management, atau psycometric credit scoring mungkin bisa beralih ke bank digital.

“Sekali lagi tidak semua karyawan yang di PHK berada dalam kategori high-skilled atau level manajerial ke atas dan punya skill khusus. Ada juga teller, satpam, hingga office boy yang kena efisiensi. Ujungnya Pemerintah tetap perlu memastikan, gelombang penutupan kantor cabang bank ini harus di mitigasi agar tidak berdampak ke lonjakan pengangguran baru,” jelas dia.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru