SuaraPemerintah.ID – Tim Asesor Perpustakaan Nasional Repuplik Indonesia (Perpusnas RI) mengunjungi sejumlah Perpustakaan Sekolah dan Desa yang ada di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Di hari pertama, Rabu (15/06/2022) Tim Asesor Perpusnas yang dipimpin Jusaini, didampingi Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel Zulkifli, menyambangi Perpustakaan SDN 21 Mentok dan Perpustakaan SD Muhammadiyah Mentok.
Tiba di dua Perpustakaan Sekolah tersebut, Tim Asesor Perpusnas diterima Kepala Sekolah dan Penglolaa Perpustakaannya.
Setelah melihat secara langsung kondisi perpustakaan sesuai dengan komponen-komponen penilaian akreditasi perpustakaan, Tim Asesor memberikan sejumlah masukan dan saran.
Salah satu saran pengelola Perpustakaan Sekolah maupun Desa, disarankan Jusaini Asesor Perpusnas, harus banyak mengikuti pengembangan profesi contohnya diklat, bimtek, atau seminar terkait perpustakaan, terutama bagi pengelola perpustakaan yang bukan latar belakang pustakawan.
Menurutnya, dari dua sekolah itu kompak semua, dan pengelolanya dominan perempuan. Hanya saja ada beberapa poin dari instrumen yang telah ditentukan itu masih kurang dipahami, seperti kebijakan.
Kalau berkenaan dengan sarpras, kata dia, sudah lengkap, malah lebih dari standar yang diinginkan. Bahkan ada ruang khusus multi media, tertata rapi lingkungannya, ada gazebo, ada tanaman-tanaman.
“Kalau bisa perpustakaan itu dikelola oleh tenaga yang memiliki latar belakang ilmu perpustakaan. Kalau pun tidak, asal mereka banyak mengikuti diklat-diklat atau bimtek tentang perpustakaan,” tegas Jusaini, Kamis (16/6/2022).
Sementara itu, Kepapa SDN 21 Mentok Sri Susanti mengatakan, untuk kegiatan akreditasi perpustakaan ini, sebelum dinilai, pihaknya telah mempersiapkan kurang lebih setengah tahun lalu.
“Ketika kami ditunjuk oleh perpusda untuk mengikuti akreditasi perpustakaan, kami langsung ke sekolah-sekolah yang sudah ikut akreditasi. Kami banyak belajar dari mereka apa-apa saja yag mesti dipenuhi,” ujarnya.
SDN 21 Mentok, ditambahkannya, juga melakukan koordinasi dengan pihak perpusda, dimana mereka mendapatkan arahan.
“Untuk sekolah lain kita juga melakukan kerja sama melalui MoU, untuk meningkatkan kompetensi tenaga keperpustakaan, kemudian kita bisa saling tukar buku. Alhamdulillah dengan sekolah lain, kita bisa melakukan kerja sama itu,” ungkapnya.
Selanjutnya, untuk meningkatkan minat baca anak, pihaknya membuat jadwal kunjungan perpustakaan. Dengan begitu, mereka secara terjadwal dapat mengunjungi perpustakaan, dan menyukai membaca.
“Kami juga mewajibkan siswa terutama yang kelas tinggi agar dalam setahun itu mereka harus membaca misalnya 10 buku. Untuk minat baca ini, kami pun merangsang siswa dengan cerita. Kami sering buat panggung di hari Sabtu, mereka kami minta pentas, mereka bercerita sesuai dengan buku yang mereka baca, dan didengarkan oleh temen-teman mereka,” jelas Susanti.
Masing-masing guru kelas, lanjut Susanti, turut mendorong siswa untuk membaca. “Kami juga membuat perpustakaan menyesuaikan dengan tempat-tempat jajan anak-anak, dengan koleksi buku-buku fiksi, dongeng, cerita anak-anak,” urai dia.
SDN 21 Mentok, sambung dia, turut menganggarkan pembelian buku, serta menerima sumbangan buku dari anak-anak sekolah yang lulus.
Ia berharap, keikutsertaan mereka dalam penilaian akreditasi kali ini, bisa membuahkan hasil yang memuaskan.
Rakhmadi Berharap Terakreditasi Semua
Sebelumnya, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi berharap perpustakaan yang diusulkan bisa memperoleh akreditasi.
“Kita DKPUS Babel kemarin sudah mendapat penghargaan tingkat kedua nasional setelah DKI Jakarta dalam penilaian pelaksanaan akreditasi terbanyak. Oleh sebab itu, ini merupakan periode kedua. Saya berharap kita tetap konsisten seperti apa yang telah kita raih,” katanya.
Bagi pengelolaa perpustakaan apakah di sekolah, desa ataupun yang sudah mengajukan penilaian akreditasi, mudah-mudahan terakreditasi.
“Saya berharap jumlah perpustakaan di Babel ke depan sudah memiliki akreditasi minimal C. Artinya, perpustakaan yang ada di Babel sudah terakreditasi semua, itu harapan saya,” harap Kepala DKPUS Babel Rakhmadi.






