BerandaBerita HumasVisitasi ke Negeri Laskar Pelangi, Perpus Sekolah Disarankan Terbuka untuk Umum

Visitasi ke Negeri Laskar Pelangi, Perpus Sekolah Disarankan Terbuka untuk Umum

SuaraPemerintah.ID – Tuntas melaksanakan peninjauan sekaligus pendampingan terhadap Tim Asesor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) berkenaan dengan visitasi penilaian akreditasi perpustakaan sekolah di Belitung, Rabu (22/6/2022), Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rakhmadi kembali melanjutkan kegiatan serupa ke Belitung Timur (Beltim) Negeri Laskar Pelangi.

Peninjauan dan pendampingan kegiatan visitasi akreditasi pada Kamis (23/6/2022) itu, dilakukan ke Perpustakaan SMPN 1 Gantung dan Perpustakaan SMPN 1 Manggar.

- Advertisement -

Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengatakan, visitasi Tim Asesor Perpusnas ini,  dalam rangka memvalidasi data-data akreditasi yang telah diajukan dua sekolah di Negeri Laskar Pelagi ini ke Perpusnas beberapa waktu lalu.

“Mudah-mudahan angka yang dikirim ini ada perubahan ke kenaikan. Walaupun secara kewenangan Kepala DKPUS Babel tidak memiliki kewenangan, tetapi secara keseluruhan perpustakaan yang ada di Babel dibawah naungan Kepala DKPUS Rakhmadi sebagai pusat mediasi dan koordinasinya,” ungkap Rakhmadi disela mengunjungi Perpustakaan SMPN 1 Manggar dan Perpustakaan SMPN 1 Gantung.

Kepala DKPUS Babel bersama Tim Asesor Perpusnas RI foto bersama disela visitasi ke perpustakaan sekolah di Belitung Timur.(foto: ist).

Perpustakaan Provinsi, kata Rakhmadi, sifatnya supporting, karena teknis pembinaannya ada di bawah langsung dinas pendidikan.

Perpustakaan SMPN 1 Manggar, menurut Rakhmadi, harus ekspansi. “Jadi, perpustakaan sekolah harus membuka diri dan terbuka untuk masyarakat umum, seperti para pemuda, ibu-ibu pengajian, majelis taklim dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya,” saran Rakhmadi.

Perpustakaan jangan hanya untuk lingkup sekolah saja. Namun, pengelola perpustakaan sekolah sebelum membuka diri, terlebih dahulu mempersiapkan aturan pengelolaannya, melalui SOP. Dengan begitu, buku-buku yang ada betul-betul bermanfaat dan tidak hilang.

Terlebih yang harus diperhatikan, harus menunjang Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

“Buku-buku di sekolah, perguruan tinggi, perpusda, perpusdes bukan hanya milik sekolah, perguruan tinggi atau perpusda, perpusdes, tetapi juga milik masyarakat umum, itu ada hak masyarakat untuk bisa masuk belajar atau membaca. Akan tetapi, untuk mengelola itu, harus ada SOP-nya,” tegas Rakhmadi.

Untuk mengembangkan perpustakaan sekolah, kalau ada mitra terdekat dari sekolah, silakan kata Rakhmadi, ajukan proposal. Ke pemda juga minta, selain dana BOS yang sudah dialokasikan untuk perpustakaan sekolah.

Yoyo Yahyono Tim Asesor Perpusnas RI mengucapkan terima kasih kepada sekolah-sekolah yang telah mengirimkan berkas ke perpusnas.

Pihaknya sudah melihat berkas-berkas yang dikirimkan tersebut. “Makanya kedatangan kami ini untuk melihat kondisi yang sesungguhnya. Kami akan kroscek apakah data yang diberikan ke kami ada perubahan atau tidak. Hasilnya tergantung dari kroscek kami ini,” ujar Yoyo.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan SMPN 1 Gantung, Ade Septriyan menyampaikan selamat terima kasih kepada Tim Asesor Perpusnas dan Kepala DKPUS Babel, yang telah menyempatkan diri datang ke SMPN 1 Gantung.

“Mudahan-mudahan dari kegiatan ini, ke depan ada kemajuan bagi Perpustakaan SMPN 1 Gantung,” harapnya.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM