SuaraPemerintah.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Babel kembali menggelar kegiatan kegiatan sosialisasi. Kali ini yang disosialisasikan adalah Indeks Pembangunan Literasi (IPL) Kegemaran Membaca Masyarakat di Provinsi Babel.
Kegiatan berlangsung di Ruang Tanjung Pendem Kantor Gubernur Babel, Rabu (24/8/2022) tersebut, dilaksanakan secara online dan tatap muka, diikuti ratusan peserta, mulai dari Pustakawan DKPUS Babel, perwakilan Dinas Pendidikan, Bappeda, BPS, Kemenag, Perguruan Tinggi, Pustakawan Kabupaten/Kota, Pengelola Perpustakaan Sekolah, hingga Perpustakaan Desa.

Sosialisasi sehari itu, dibuka Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, dan mengetengahkan tiga orang narasumber dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, yaitu, Pertama, Kapus Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpusnas Adin Bondar mengangkat tema “Kebijakan Pembangunan Perpustakaan 2020-2024 dam Indeks Kinerja Kunci Urusan Perpustakaan”.
Kedua, Pustakawan Ali Pertama Perpusnas Sadariyah Ariningrum mengusung tema “Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat”, dan ketiga, Pustakawan Ahli Pertama Perpunas Lisa Nurul Oktaviani tema “Tingkat Kegemaran Masyarakat”.
Kepala DKPUS Babel Rakhmadi dalam sambutannya mengatakan, literasi menjadi factor esensial dalam upaya membangun masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif dan berkarakter.
Literasi yang kuat, dijelaskannya, mampu mendorong manusia pada kegiatan produktif yang memberikan manfaat sosial, ekonomi dan kesejahteraan.
“Salah satu pembangunan SDM adalah dengan penguatan literasi, inovasi, kreativitas dalam mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan. Literasi dibangun secara integrative, holistic, tematik, dan partisipatif oleh seluruh pemangku kepentingan bangsa dari Sabang sampai Mareuke, dengan integrasi penyediaan akses bahan bacaan baik oleh pemerintah, swasta, penulis, penerbit, regulasi, penganggaran, dan distribusi buku,” jelas Rakhmadi.
Kegemaran membaca, ditambahkan Rakhmadi, perlu dilakukan. Salah satu bentuk dan dukungan Pemprov Babel yakni mengembangkan program strategis, terarah dan berkelanjutan, yang dapat memberikan dampak besar bagi pengembangan perpustakaan di daerah khususnya di Babel.
Diungkapkan Rakhmadi, DKPUS Babel memiliki tanggung jawab untuk membina dan mengawal pergerakan serta geliat literasi diseluruh lapisan masyarakat. “Pada tahun 2021 lalu, IPL Provinsi Babel hanya 0,2,” ungkapnya.
Untuk itu, ada tujuh komponen yang mempengaruhi IPL masyarakat jadi perhatian DKPUS Babel, diantaranya pemerataan layanan perpustakaan, ketercakupan koleksi, ketercakupan tenaga pustaka, perpustakaan ber-SNP, keterlibatan masyarakat dalam kegiatan sosial, anggaran perpustakaan, dan tingkat kunjungan perpustakaan.
“Terlaksananya kegiatan ini, indeks pembangunan literasi masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung Perpustakaan Umum Provinsi Babel, meningkatkan minat baca, dan peningkatan indeks literasi masyarakat. Sehingga transformasi perpustakaan sebagai pusat kebudayaan dan pusat kegiatan masyarakat dapat terwujud,” harap Kepala DKPUS Babel Rakhmadi.
Sebelumnya, Ketua Pelaksana Kegiatan Faturrachman menyampaikan, maksud dan tujuan kegiatan ini diantaranya, Pertama, untuk mengetahui kondisi semua jenis perpustakaan mulai dari aspek sebaran perpustakaan; koleksi; tenaga perpustakaan; pemustaka; hingga anggota perpustakaan yang ada di Babel.
Kedua, untuk mengetahui tingkat pemerataan layanan perpustakaan; ketercukupan koleksi perpustakaan; ketercukupan tenaga perpustakaan; tingkat kunjungan masyarakat per hari, dan jumlah perpustakaan sesuai SNP.
Ketiga, disampaikan Fatur, untuk mengetahui kegemaran membaca masyarakat di Babel, dan diharapkan terciptanya sinergi antara pusat dan daerah dalam upaya pembinan dan pengembangan perpustakaan.






