spot_img

BERITA UNGGULAN

Tanda-tanda “Kiamat” Subsidi BBM Makin Tambah Jelas

SuaraPemerintah.ID – Tanda-tanda “kiamat” subsidi BBM (baca: kenaikan harga BBM) semakin hari semakin tampak jelas. Dalam satu pekan ini saja, lebih dari tiga menteri termasuk bahkan Presiden Jokowi sendiri yang menyampaikan statement mengarah pada kenaikan harga bahan bakar minyak, utamanya pertalite dan solar ini.

Tanda yang paling jelas terlihat, kelangkaan BBM terutama jenis Pertalite di hampir semua SPBU di Jabotabek. Beberapa media bahkan sudah memberitakan telah terjadi kekosongan Pertalite di Kota Bogor dan Jakarta beberapa hari terakhir.

- Advertisement -

Sepekan terakhir, diksi dan narasi memang sudah disebarluaskan Pemerintah dalam berbagai kesempatan. Sebut saja Menteri Bahlil mengatakan, bahwa pemerintah hingga kini masih mengkalkulasi semua kemungkinan terkait jebolnya kuota subsidi BBM ini.

Menurut Bahlil, kalau ini terjadi, APBN akan bermasalah, pasalnya anggaran Rp500 triliun hingga Rp600 triliun itu mencapai 25 persen dari total APBN RI. “Jadi tolong teman-teman sampaikan juga kepada rakyat, rasa-rasanya sih untuk menahan terus harga BBM seperti sekarang, feeling saya (tidak kuat). Ini tidak sehat. Mohon pengertian baiknya. (Jadi) harus kita siap-siap kalau katakanlah kenaikan BBM itu terjadi,” katanya, Sabtu (13/08) dilansir dari cnnindonesia.com.

- Advertisement -

Sementara Menteri Erick menyebut pemerintah sekarang tengah menghitung ulang kebijakan subsidi BBM. “Apakah subsidi yang sekarang diberikan pemerintah sudah tepat sasaran? Apakah kita harus menutup mata memberikan subsidi kepada yang mampu, sedangkan rakyat yang mayoritas memerlukan subsidi lebih, ini yang sedang dicarikan jalan oleh pemerintah, Menkeu, Menteri ESDM,” katanya, Jumat (12/08) dilansir dari antara.

Sedangkan Menkeu Sri Mulyani meminta PT Pertamina (Persero) segera mengendalikan konsumsi BBM subsidi untuk mencegah aggar beban subsidi tak kian melonjak. “Meskipun APBN-nya bagus, surplus sampai Juli, tapi tagihannya nanti kalau volumenya tidak terkendali akan semakin besar di semester dua,” ujar Sri Mulyani.

Terakhir, Presiden Jokowi yang di berbagai kesempatan acapkali menyampaikan, bahwa tidak ada pemerintah negara yang mau memberikan subsidi BBM seperti Indonesia yang mencapai hingga Rp502 triliun. Dirinya juga sering mempertanyakan kesanggupan APBN dalam menanggung subsidi BBM tersebut.

“Apakah angka Rp502 triliun itu terus kuat kita pertahankan? Kalau bisa, Alhamdulillah artinya rakyat tidak terbeban, tetapi kalau APBN tidak kuat bagaimana?” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan, Jumat (12/08) dilansir cnnindonesia.com.

Jokowi mengatakan, masyarakat patut bersyukur dengan keadaan Indonesia saat ini. Dia menyebut hal itu terjadi karena pemerintah masih memberlakukan subsidi untuk BBM. “Perlu kita ingat subsidi terhadap BBM sudah terlalu besar dari Rp170 triliun sekarang sudah Rp502 triliun. Negara mana pun tidak akan kuat menyangga subsidi sebesar itu,” kata Jokowi sekali lagi seolah bagai sebuah pertanda.

Intinya adalah, pemerintah meminta seluruh warga negara Indonesia bisa mengerti dan memahami bila satu waktu tertentu dalam tempo yang tidak berlangsung lama, subsidi Pertalite akan dicabut. Lantas akan menjadi ke harga berapa? Hingga kini masyarakat masih menunggu.

 

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru