SuaraPemerintah.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menggencarkan penelusuran terhadap memori koleksi sejarah berupa naskah kuno ataupun budaya etnik yang ada di sejumlah daerah di Kabupaten/Kota yang ada di Babel.
Salah satu daerah yang menjadi kunjungan lanjutan Tim Penelusuran dan Penggalian Naskah Kuno DKPUS Provinsi Babel adalah Kabupaten Bangka Selatan (Basel).
Di Basel, Tim Penelusuran Naskah Kuno DKPUS Babel melakukan dialog dengan sejumlah unsur terkait di Basel, diantaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didikbud), Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, GPMB Basel, Perangkat Kecamatan, dan usnur terkait lainnya.

Dalam dialog yang berlangsung Rabu (21/9/2022) di Aula Disdikbud Basel itu, Tim Penelusuran Naskah Kuno dan memori koleksi sejarah DKPUS Provinsi Babel yang dipimpin Kepala Bidang Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno Dr Mirdayati berhasil mendapatkan banyak informasi atau data terkait dengan peninggalan budaya etnik maupun memori koleksi sejarah yang ada di Basel.
Jasman, GPMB Basel menyebutkan, dari data yang didapatnya dan sudah diabadikan dalam sebuah dokumen foto, saat ini masih terpelihara Meriam di Bukit Penutuk, dan di Depan Kantor Camat Lepar Pongok.
Menurutnya, cukup banyak budaya etnik dan memori koleksi sejarah ini terdapat di Lepar Pongok. “Cukup banyak orang-orang tua atau tokoh masyarakat setempat yang bisa dijadikan narasumber,” ungkapnya kepada Tim Penelusuran Naskah Kuno Provinsi Babel.
“Apa yang dilakukan sangat baik sekali, karena ini bentuk apresiasi terhadap sejarah kita, terutama yang ada di Basel, dimana selama ini belum terinventarisir secara baik. Dengan adanya penelusuran ini, ke depan masyarakat Basel khususnya tahu sejarah yang terjadi di Basel,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya sangat mengapresiasi penelusuran naskah kuno yang dilakukan oleh DKPUS Provinsi Babel ini. Bahkan siap membantu Tim DKPUS Provinsi maupun DPK Basel,” katanya.
Sapril perwakilan Pemerintah Kecamatan Payung turut menyampaikan, di daerah Payung terdapat beberapa budaya etnik dan naskah kuno yang perlu untuk ditelusuri dan digali lebih dalam lagi.
“Di Desa Pergam itu ada salah satu naskah kuno etnik melayu, kemudian di Desa Payung ada Makam Krio Panting, di Desa Pangkalbulum ada Meriam Belanda,” sebut Sapril.
Kecamatan Payung, sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Tim Penelusuran Naskah Kuno DKPUS Provinsi Babel ini.
Sama halnya dengan Ketua MUI Basel Zahirin menyampaikan, selaku tokoh agama mendukung terhadap penelusuran dan pelestarian naskah kuno di Basel ini.
Begitu pula dengan Marwan, dari Lembaga Adat Melayu Basel turut memberikan dukungan. Bahkan ia berharap Tim Penelusuran dan Pelestarian Naskah Kuno bisa mendapatkan buku aslinya yang memuat mengenai memori sejarah di Basel, dan sekarang berada di luar.
Dukungan senada diungkapkan Dwiki perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Basel. Tak sampai disitu, dirinya malah mengusulkan agar pihak Provinsi ke depan bisa mengusulkan naskah kuno di Babel menjadi warisan budaya tak benda.
DPK Basel akan Berkolaborasi dengan Provinsi
Sementara, Kepala DPK Bangka Selatan, Sumadi dalam kesempatan itu mengatakan, DPK Basel akan terus berkolaborasi dengan DKPUS Provinsi berkenaan dengan penelusuran dan pelestarian naskah kuno ini, khususnya yang ada di Basel.
“Kami dari DPK Basel selalu siap untuk mensupport penelusuran dan penggalian naskah kuno yang dilakukan DKPUS Babel, khususnya di Basel,” ungkapnya.
Sumadi mengakui, sampai hari ini pihaknya belum memiliki naskah kuno atau memori koleksi sejarah di Basel.
Pihaknya berkenaan dengan hal ini, baru akan membentuk tim yang terdiri dari berbagai unsur di masyarakat Basel. Karena selama ini, pihaknya belum memiliki anggaran khususnya untuk naskah kuno ini.
Sampaikan Terima Kasih
Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno Mirdayati mewakili Kepala DKPUS Babel Rakhmadi menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta sejumlah unsur masyarakat Basel, berkenaan dengan penelusuran naskah kuno yang dilakukan DKPUS Babel.
Menurut Mirdayati, informasi yang diberikan oleh tokoh masyarakat, pegiat literasi yang tergabung dalam GPMB, perangkat pemerintahan di Basel sangat penting.
“Kami ucapkan terima kasih atas banyaknya informasi berkenaan dengan naskah kuno di Basel. Kami beberapa waktu ke depan, kami akan kembali menerjunkan tim penggalian naskah kuno ke lokasi yang telah disebutkan sejumlah tokoh masyarakat tadi,” kata Mirdayati.






