BerandaBerita HumasDishub Bersama ASDP Umumkan Kenaikan Tarif Angkutan Sadai – Tanjung Ru

Dishub Bersama ASDP Umumkan Kenaikan Tarif Angkutan Sadai – Tanjung Ru

SUARAPEMERINTAH.ID-Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) bersama PT ASDP Indonesia Fery Persero Cabang Bangka mengumumkan kenaikan tarif angkutan untuk Lintasan Sadai (Kabupaten Bangka Selatan) – Tanjung Ru (Kabupaten Belitung) yang mengalami kenaikan antara 13 hingga17 persen.

“Kenaikan tarif ini dampak dari kenaikan BBM sejak September lalu. Meski ada kenaikan, juga ada peningkatan pelayanan dan kapasitas,” kata Kabid Angkutan Pelayaran Dishub Babel, Nadirsyah, saat menggelar pers rilis di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Babel, Rabu (2/11/2022).

Nadirsyah menjelaskan, dasar penentuan kenaikan tarif ini sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 188.44/696/DISHUB/2022 berlaku sejak 1 November 2022.

Berikut ini besaran tarifnya, untuk jenis muatan penumpang kelas ekonomi, penumpang dewasa yang sebelumnya Rp 115 ribu per orang naik Rp 15 ribu atau 13 persen menjadi Rp130 ribu. Penumpang bayi yang sebelumnya Rp 12 ribu per orang naik Rp 2 ribu atau 17 persen lebih, menjadi Rp 14 ribu.

Kendaraan golongan VII sebelumnya Rp6.565.000 per unit naik Rp912 ribu menjadi Rp7.477.000. Kendaraan golongan VIII dari sebelumnya Rp9.305.000 per unit naik Rp1.294.000 dan menjadi Rp 10.599.000. Kendaraan golongan IX dari sebelumnya Rp 13.450.000 naik 1.873.000 menjadi Rp 15.323.000.

“Kendaraan golongan VII, VIII dan IX kenaikan tarifnya sama, di 14 persen dari tarif sebelumnya. Persentase kenaikan ini lebih rendah jika dibanding daerah lainnya yang mencapai 20 persen bahkan lebih,” ungkap Nadirsyah.

Sementara itu GM ASDP Cabang Bangka, Christopher mengatakan, adanya kenaikan harga BBM yang terjadi pada 3 September sebesar 23 persen, berdampak pada biaya pokok produksi kapal, sehingga ASDP dan pemerintah daerah sepakat merubah tarif angkutan lintasan Sadai ke Tanjung Ru.

“Meskipun ada kenaikan tarif, namun ada juga peningkatan pelayanan yang kita lakukan, dari peningkatan kapasitas muat yang awalnya satu kapal hanya bisa menyeberangkan 9 kendaraan dengan 100 orang penumpang, sekarang dapat menyeberangkan 20 kendaraan sampai 300 orang. Kapasitas yang kita tingkatkan juga ada kelas ekonomi, VIP dan eksekutif,” kata Christopher.

Christopher menjelaskan, meski harga BBM sudah naik sejak September lalu, tarif angkutan ini belum naik karena dari September sampai Oktober, masih ada perbaikan di dermaga sadai, sehingga operasional dari Sadai ke tanjung ruh dihentikan sementara.

“Selama ada perbaikan di dermaga, kita tidak ada kerugian, hanya penurunan produksi saja yang biasa 100 persen hanya 40 persen meski biaya meningkat,” ujarnya

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM