SuaraPemerintah.ID – Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Sri Rahayu Mulya Naziarto menyampaikan mendalam kepada ibu-ibu saat Pengukuhan Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat yang berlangsung Selasa (15/11/2022) di Ruang Audio Visual Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Babar.
“Saat ini, kita memang sudah banyak terlena dengan yang Namanya gadget. Memang tidak bisa dipungkiri masalah gadget ini. Kita cari hiburan buka gadget. Tetapi ibu-ibu jangan salah, dengan gadget akan membuat jarak dengan kita orang tua,” katanya.

Sebetulnya untuk anak, masa golden X adalah masa 5 tahun pertama. Itulah PR untuk ibu-ibu dan bapak-bapak.
Kondisi demikian yang terjadi saat ini, menurut dia, karena kurangnya komunikasi si anak dengan orang tua. “Tidak semua orang yang menikah itu siap menjadi orang tua. Dia menikah karena adanya faktor keterpaksaan, seperti adanya dorongan dari masyarakat kapan akan menikah,” ungkap Sri Rahayu Naziarto.
Bunda Literasi Babel Sri Rahayu Mulya Naziarto yang akrab disapa Bunda Lili, mengatakan untuk menjadi orang tua itu tidak mudah. Yang tadinya sibuk sendiri, sekarang punya anak. Itu beban orang tua, apalagi dalam mendidik anak-anak bangsa.
Disebutkan Bunda Lili, ada tiga pilar pendukung dalam pendidikan, salah satunya adalah keluarga. “Mari kita bangkitkan untuk biasa membaca. Kalau dulu anak-anak kalau magrib sudah disuruh masuk ke rumah oleh orang tua, TV sudah matikan. Dulu hambatan kita TV. Sedangkan sekarang ada gadget,” ujarnya.
“Keluarga adalah pilar terdekat dalam mendidik anak. Biasakan untuk membaca. Untuk membaca dalam sehari tidak perlu harus habis satu buku untuk mengenalkan kepada anak-anak kita. Kenalkan anak-anak kita dari buku bergambar,” ungkapnya.
Dengan dilantiknya bunda literasi, Bunda Lili berharap bisa menjadi roel model bagi masyarakat Babel. Seluruh instansi yang ada bisa mendukung bagaimana mengggalakkan budaya membaca. Karena keranjang ilmu lah yang tidak pernah penuh.
“Semakin banyak kita membaca, maka semakin kita penasaran apa isi didalam buku itu. Semakin banyak kita membaca, semakin kita mengetahui bagaimana dunia luar. Semakin banyak membaca diri kita tidak ada apa-apanya, dan pengetahuan kita belum seberapa. Untuk itu, mari kita galakkan budaya membaca mulai dari rumah kita sendiri,” ajak Bunda Lili.
Ia bersyukur telah diresmikan Gedung layanan Perpusda Bangka Barat. “Selamat kepada Pemkab Bangka Barat. Perpustaan adalah Gudang ilmu. Ingat! Selain dari perpustakaan, ilmu dari pengalaman itu penting, dan itu tidak ada gurunya. Kepada kawan-kawan perpustakaan, jangan jadikan perpustakaan yang manakutkan, membosankan. Buatlah semenarik mungkin, ikuti dengan zamannya,” pesan Bunda Literasi Babel Sri Rahayu Naziarto.
Sementara itu Bupati Bangka Barat berharap dengan dilantik dan dikukuhkannya Bunda Literasi Bangka Barat ini, anak-anak bisa lebih gemar membaca.
Bupati juga berharap Gedung layanan ini bisa diisi sesuai dengan hobinya anak-anak. Bagi yang punya bakat music, tarik dan lainnya akan difasilitasi disini.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bangka Barat Farouk Yohansyah mengatakan, saat ini pihaknya e-book akan disatukan dengan aplikasi lain yang didukung diskominfo.
Untuk mendukung minat, gemar dan budaya baca, di Gedung layanan perpusda ini ada ruang worshop berkenaan dengan literasi untuk kesejahteraan. Yakni bagaimana buku bisa menjadi produk. “Kita juga akan bantu perpustakaan desa one village one product.
Sebelum menghadiri dan menyaksikan langsung Pengukuhan Bunda Literasi Bangka Barat, di hari yang sama Bunda Literasi Babel Sri Rahayu Mulya Naziarto turut menghadiri peresmian Gedung Layanan Perpusda Bangka Barat.






