SuaraPemerintah.ID – Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Sri Rahayu Mulya Naziarto kembali memberikan motivasi kepada para pelajar melalui bincang-bincang literasi sekaligus bedah buku “The Alpha Girl’s Guide”.
Kegiatan literasi mengupas buku karya Henry Manampiring dengan mengetengahkan pamateri tunggal Bunda Literasi Sri Rahayu Mulya Naziarto atau biasa dikenal dengan panggilan Bunda Lili, Senin (27/2/2023) di Ruang Perpustakaan SMKN 1 Pangkalpinang itu, diikuti puluhan siswa-siswi dari 6 SMKN di Pangkalpinang dan Bangka Tengah.
Disamping itu, turut hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilyah 1 Provinsi Babel Samsul Bahri, Kepala Sekolah SMKN 1 Pangkalpinang, Hendroyono, Kepala Perpustakaan SMKN 1 Pangkalpinang, beserta guru pendamping dari 6 SMKN, yakni SMKN 1 Pangkalpinang, SMKN 2 Pangkalpinang, SMKN 3 Pangkalpinang, SMK Bakti Pangkalpinang, SMKN 1 Pangkalanbaru, dan SMKN 1 Simpang Katis.
Dipandu Mirja Sentani Guru SMKN 1 Pangkalpinang, Bunda Lili memberikan motivasi para siswi SMK di Pangkalpinang, Babel bagaimana menjadi Wanita berkarakter.
Siswa-siswi, terutama pelajar Wanita, jangan beranggapan orang tuanya masih mampu, masih kaya, masih jadi pejabat. Hilangkan anggapan itu. Sebab, harta bisa habis, jabatan bisa lepas. Untuk itu, kejarlah ilmu melalui Pendidikan.
“Keranjang ilmu tidak pernah habis. Semakin kita isi semakin kita penasaran. Sebagai Wanita, kita harus bisa memposisikan diri. Harus siap melangkah ke dunia kerja, gunakan bahasa yang baik, berkomunikasilah yang baik. Wanita berkarakter itu, dia mampu berkomunikasi, tidak mudah emosi, mampu melindungi, berpikir positif, tidak tergantung kepada seorang pria,” ujar Bunda Lili.
Bunda Lili yang saat ini menjabat Ketua DWP Babel mencontohkan dirinya meski sudah berusia tidak terlalu muda lagi, namun sampai saat ini masih melanjutkan pendidikan. “Saya walaupun sudah tua tetap menempuh Pendidikan. Untuk apa? Tentunya menambah ilmu, dan guna menunjang karir dan pekerjaan saya,” cerita dia.
Kesibukaannya sebagai seorang istri orang nomor satu di jajaran ASN Pemrov Babel, Bunda Lili juga berbagi pengalaman bagaimana bisa membagi waktu, sehingga semua aktivitas bisa dijalankan tanpa mengganggu pekerjaan lainnya.
Bunda Lili juga mengajak para pelajar Wanita SMK untuk bangkit, menjadi orang yang berpendidikan, berkarakter, dan wanita yang lebih baik.
Bagi yang belum memiliki kepercayaan pada diri, mulai sekarang jadi tumbuhkan itu kepercayaan diri itu dari dalam diri, jangan lihat dan jangan dengar apa kata mereka, tapia pa kata hati kita.
“Tumbuhkan percaya diri dari dalam diri sendiri, tingkatkan pengetahuan, gali potensi. Jangan minder, munculkan keyakinan dalam diri bahwa saya cantik, saya cerdas, saya kreativ, saya bisa. Mulailah berpikirlah positif, sering latihan ketika ada kesempatan, pejari Bahasa, jangan takut gagal, dan jangan lupa berdoa,” pesan Bunda Literasi Babel Sri Rahayu Mulya Naziarto.
Sebelum mengakhiri bincang-bincang literasi, Bunda Lili mengingatkan kepada siswi SMK yang hadir, untuk bisa menjadi seorang Alpha Girl, yaitu pemimpin yang menjadi sang perawat, sang pembina, sang penghibur, dan sang pelindung. Tidak egois, memperhatikan kesejahteraan orang lain.
Disamping menyampaikan tips-tips menjadi seorang Wanita berkarakter, Bunda Lili dalam kesempatan itu juga mengajak para siswi SMK berdialog. Bagi yang bertanya atau berbagi pengalaman, maupun menjawab pertanyaan yang dilontarkan, mendapatkan kenang-kenangan dari Bunda Lili.
Salah satu interaksi Bunda Lili adalah meminta para siswi menyebutkan kepanjangan dari SMK. Diantaranya mereka ada yang menyebutkan kepanjangannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan.
Namun menurut Bunda Lili, kepanjangan SMK tidak hanya itu, tetapi ada yang lain, diantaranya Siap Masuk Kerja, Saya Mampu Berkarkter.
Sementara itu, Kepsek SMKN 1 Pangkalpinang Hendroyono berharap kehadiran Bunda Literasi Babel sebagai narasumber ini bisa menjadi inspirasi bagi siswa-siswa dan sekolah yang ada di Babel.
Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah 1, Samsul Bahri memberikan apresiasi dan berterima kasih atas gagasan kegiatan bincang-bincang literasi ini. “Banyaklah melakukan diskusi. Ini penting untuk meningkatkan literasi,” seru Samsul.






