Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung dan IBI Provinsi Lampung mengadakan kegiatan Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Melalui Kegiatan Momentum Bersama TNI/Polri dan Mitra Strategis Lainnya di 3 (tiga) Kabupaten mulai tanggal 20 Februari sampai dengan 23 Februari 2023. Kegiatan tersebut diwakili oleh Tim Kerja Pembina Advokasi, KIE & Pokja Bangga Kencana dan perwakilan dari IBI Provinsi Lampung, Dr. Cand Yenny Puspitasari, S.K.M., M.K.M.
Di hadapan sejumlah peserta kegiatan di Tulang Bawan yang terdiri dari Bidan, Penyuluh KB dan Kader KB, Kepala Dinas Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Tulang Bawang, Hamami Ria, S.Sos, MM mengatakan menurut data SSGI, prevalensi stunting tahun 2022 di Kabupaten Tulang Bawang mengalami kenaikan sebesar 0, 7% dari 9,5 di tahun 2021 menjadi 10,2 di tahun 2022. Dalam rangka menangani hal tersebut, berbagai strategi akan dilakukan di tahun 2023 antara lain, aksi konvergensi lintas sektor sesuai dengan Peraturan Bupati Kabupaten Tulang Bawang Nomor 45 tahun 2019, Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021 tentang strategi, penyelenggaraan, koordinasi, monev, dan pendanaan penurunan stunting nasional, Penetapan kampung lokasi fokus (lokus) penurunan stunting, dan Adanya upaya yang sistematis dan intervensi yang tepat bagi 8000 hari pertama kehidupan (HPK), termasuk intervensi spesifik dan sensitif
“Konsep 1000 HPK memang penting untuk dilaksanakan, namun untuk pencegahan stunting secara berkelanjutan hal tersebut tidak cukup, perlu upaya yang sistematis hingga intervensi yang tepat untuk mencegah stunting, yaitu dengan program 8000 HPK yaitu melalui pendekatan sepanjang hayat (masa kehamilan, bayi, hingga remaja) dengan memperhatikan faktor kesehatan, sosial, dan ekonomi. “ jelas Hamami.
Hamami mengatakan jumlah Tim Pendampung Keluarga (TPK) di Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 259 TPK yang terdiri dari Bidan, Kader TP PKK, Kader. Bidan yang berperan sebagai koordinator bertugas untuk melakukan pendampingan keluarga dan pemberi pelayanan kesehatan. Kader TP PKK sebagai penggerak dan fasilitator (mediator) pelayanan-pelayanan bagi keluarga, sementara itu Kader KB berperan sebagai sebagai pencatat dan pelapor data/perkembangan pelaksanaan pendampingan keluarga dan/atau kelompok sasaran.
Generasi Muda Peduli Stunting
Di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Sekretaris Dinas PPKB Kabupaten Tulang Bawang Barat, dr Hery Ahmadi menyambut baik kunjungan dari Tim Perwakilan BKKBN Provinsi lampung dan IBI Provinsi lampung ke Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Ia mengatakan, sosialisasi harus terus dilakukan kepada mitra mitra terkait sehingga terjalin kolaborasi yang baik dalam upaya percepatan penurunan stunting di khususnya di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
“Kepada adik adik yang hadir pada kegiatan hari ini, khususnya dari SMA Negeri 1 Tulang Bawang Tengah, harus menjadi role model, generasi muda peduli stunting dan juga dapat menyampaikan informasi terkait stunting ke teman teman di manapun kalian berada sehingga dapat memberikan manfaat bagi sekitarnya.” Kata Sekretaris Dinas
Kerja Keroyokan
Kemudian, bertempat di Balai Penyuluh KB Simpang Pematang, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PPKB Kabupten Mesuji menyampaikan bahwa Percepatan Penurunan Stunting bukan hanya tugas pihak tertentu saja, tetapi lebih luas, perlu kerjasama lintas sektor sehingga setiap pihak mengetahui dan dapat mengambil perannya masing masing.
“Yang menjadi sasaran dari dari program percepatan penurunan stunting adalah seluruh masyarakat, khususnya lagi, masyarakat dengan resiko stunting, itulah mengapa, kami mengajak seluruh peserta dari kegiatan ini untuk kerja keroyokan, karena bapak / ibu adalah pihak yag bersentuhan dengan masyaraka.” Kata Kabid Dalduk
Adapun kegiatan yang dilaksanakan di Kabupate Mesuji tersebut diikuti oleh peserta dari Penyuluh KB, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Perangkat Desa, Kader KB dan Karang Taruna.
Sementara itu, dalam Kampanye Percepatan Penurunan Stunting yang diadakan di (tiga) Kabupaten tersebut, Ketua Tim Pokja Pembina Advokasi, KIE & Pokja Bangga Kencana , Karnadinata menyampaikan di era digital saat ini, pertukaran informasi berlangsung secara cepat dan luas, oleh karena itu dalam upaya upaya Percepatan Penurunan Stunting, perlu dilakukan adaptasi khususnya dalam praktek penyebaran informasi mengenai stunting, antara lain pemanfaatan media online, media sosial.






