Dalam rangka percepatan penurunan stunting di Provinsi Lampung, Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung melalui Tim Kerja Pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas menggelar kegiatan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung Keluarga Berkualitas (KB), bertempat di Hotel Emersia, Rabu, 01 Maret 2023.
Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas, BKKBN bersama 13 (tiga belas) Kementrian/Lembaga dan lintas sektor terkait berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaannya dalam rangka memperkuat institusi keluarga di setiap desa/kelurahan.
Inpres tersebut juga Mengamanatkan pembentukan Kampung KB di seluruh desa/kelurahan pada tahun 2024, dimana, pada saat ini sudah terbentuk 597 Kampung KB (18,99%) dari jumlah kelurahan/desa di Provinsi Lampung.

Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Drs. Putut Riyatno, M.Kes. menjelaskan bahwa Kampung KB yang dulunya Kampung Keluarga Berencana merupakan wujud dari Nawa cita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran. Saat ini, dengan dilaunchingnya Inpres Nomor 3 Tahun 2022 maka ada penyempurnaan dari kuantitas menjadi kualitas. Sehingga, yang menjadi orientasi adalah kualitas SDM yang sehat, cerdas dan sejahtera. sementara, bagi keluarga orientasinya adalah keluarga yang tentram, mandiri dan bahagia sesuai dengan Indek Pembangunan Keluarga (IBangga).
“Dalam pelaksanaanya Kampung KB dikategorikan menurut strata/klasifikasi Kampung Keluarga Berkualitas dasar, berkembang, mandiri dan berkelanjutan. Untuk itu nantinya semua desa akan menuju ke strata yang paling tinggi yaitu berkelanjutan/paripurna” Jelas Plt. Kaper.
Lebih lanjut, Dalam hal percepatan penurunan stunting, Kampung KB mempunyai peran strategis. Dimana, di dalamnya terdapat berbagai program pendukung salah satunya yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting (yang memiliki catin, bumil, busui, baduta/balita stunting terutama dari keluarga kurang mampu), melalui pemanfaatan sumberdaya lokal (termasuk bahan pangan lokal).
“DASHAT ini harus kita wujudkan sebagai bentuk kepedulian antar sesama, kepedulian terhadap persiapan generasi berkualitas di masa datang, dan tentunya juga sebagai upaya peningkatan ekonomi keluarga”, tambahnya lagi.
Berdasarakan hasil SSGI (Surve Status Gizi Indonesia) tahun 2022 prevalensi stunting di Provinsi Lampung ada pada angka 15,2 % turun 3,2 % dibandingkan tahun 2021 yang lalu (18,5%).
Kemudian, di tahun 2022, meskipun prevalensi stunting di Provinsi Lampung secara rata-rata turun menjadi 15,2 %, dari 18,5 di tahun 2021, namun ada 5 kabupaten yang prevalensi stuntingnya naik di tahun 2022 yaitu kabupaten: Pesawaran, Lampung Utara, Mesuji, Lampung Timur dan Tulang Bawang.
Putut menilai, hal ini tentunya memerlukan kerjasama dari semua pihak untuk menurunkan stunting melalui kolaborasi program dan kegiatan strategis, sehingga target penurunan prevalensi stunting 14 persen di tahun 2024 dapat tercapai. dan target Provinsi Lampung 10,88 di tahun 2024 bisa terwujud.
“Saya berharap melalui kegiatan ini, para pengelola Kampung KB, selanjutnya dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat di kampung KB khususnya program DASHAT untuk bisa mengintervensi keluarga-keluarga berresiko stunting. dan mari kita berdayakan masyarakat di kampung-kampung keluarga berkualitas melalui pendekatan keluarga yang ada di kampung tersebut.” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas sekaligus Ketua Penyelenggara Kegiatan, Dra. Sri Rejeki WH., M.I.P. menyampaikan secara umum, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Kampung KB melalui peningkatan sinergitas pelaksanaan pembangunan program Bangga Kencana serta sektor terkait bersama mitra kerja dalam pengelolaan DASHAT.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari OPD KB 15 Kabupaten/Kota, Penyuluh KB dan BKKBN Provinsi
Adapun materi dan Narasumber dalam kegiatan ini meliputi
1. Kebijakan Penurunan Stunting Di Provinsi Lampung (Plt.Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung)
2. Kebijakan dan Dukungan Pemerintah Desa dalam percepatan penanggulangan stunting di Kampung KB (Dinas PMDT Provinsi)
3. Pemanfaatan Lahan Pekarangan Dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting (Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung)
4. Intervensi Gizi Spesifik dalam Rangka Percepatan Penurunan Stunting (PERSAGI Lampung)
5. Pemberdayaan Kampung Keluarga Berkualitas (Ketua Tim Kerja Pembinaan Kampung Berkualitas)
6. Kegiatan-kegiatan Strategis 2023 (Ketua Tim Kerja Pembinaan Pendidikan, Dampak Kependudukan dan RDK)


.webp)


















