Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, dr Nurizky Permanajati, M.H. menghadiri kegiatan Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung dalam rangka memperingati HUT ke-59 Provinsi Lampung, yang dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Lampung Riana Sari Arinal di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, Selasa, 11 April 2024.
Memberikan kata sambutan, Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal menyebut bahwa Prevalensi Stunting di Provinsi Lampung telah mengalami penurunan pada tahun 2022 sebesar 15,2 persen menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022
Namun begitu, menurut Ketua TP PKK, Pemerintah Provinsi Lampung tetap serius mengupayakan penurunan stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen dan ditetapkannya program percepatan penurunan stunting sebagai program prioritas Rencana Pembangunan Daerah di Provinsi Lampung.
Ketua TP PKK optimis bahwa prevalensi stunting di tahun 2024 sebesar 14 persen akan tercapai dengan kolaborasi lintas sektor dan juga peran serta masyarakat untuk perduli terhadap penanganan stunting. ia juga menyebut bahwa dalam percepatan penurunan stunting, BKKBN juga memberikan dukungan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan tim pendamping keluarga yang terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat di daerah.
“Saya optimis, target 14 persen di tahun 2024 akan tercapai karena kita melakukan kolaborasi, kerja sama, dan kerja guyuban untuk menurunkan angka stunting di Provinsi Lampung, apalagi Kepala BKKBN lampung tadi menyebut BKKBN melakukan pendampingan melalui Tim Pendamping Keluarga dan BKKBN juga memiliki anggaran dalam mendukung itu semua, jadi yang dibutuhkan hanya kerjasama.”, ungkap Ketua TP PKK.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung menyampaikan bahwa dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Lampung, BKKBN memiliki berbagai program salah stunya dengan melakukan pencegahan stunting dari hulu yaitu melalui penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan pendampingan calon pengantin. ia juga menambahkan tim pendamping keluarga yang terdiri dari Bidan, Kader TP PKK dan Kader KB yang tersebar di 15 kabupaten / kota di Provinsi Lampung, terus melakukan pendampingan terhadap calon pengantin, melalui pengawasan dan edukasi kepada masyarakat, khususnya keluarga beresiko stunting.
“kami melakukan pencegahan dari hulu melalui penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan pendampingan calon pengantin, jadi tim pendamping keluarga dilapangan akan melakukan pendampingan khususnya kepada keluarga beresiko stunting.” ujar Kepala Perwakilan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Penyematan Selempang Duta Genre, Penyerahan bantuan Sembako bagi keluarga beresiko Stunting, Konseling Kesehatan Reproduksi dan Elsimil, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) dan rangkaian kegiatan lainnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, TP PKK Provinsi Lampung, Bupati Kabupaten Pesawaran, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran, Jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan Mitra mitra lainnya.






