SuaraPemerintah.ID – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo Sp.OG (K) dijadwalkan akan menghadiri kegiatan bakti sosial yang akan diadakan TNI-AL di salah satu daerah remote.
Kegiatan ini menurut rencana dilaksanakan pada minggu ketiga di bulan Juli 2023, dibuka Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal). Lokus acara di sekitar Provinsi Jawa Timur atau Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rencana kegiatan itu disampaikan secara langsung oleh Kepala Dinas Potensi Maritim TNI-AL (Potmaral), Laksamana Pertama Suradi AS, saat melakukan audiensi dengan Kepala BKKBN, Kamis (22/6/2023) di ruang rapat kantor BKKBN, Jakarta.
“Waktu dan lokus kegiatan yang pasti masih akan kami bahas. Kalau di NTT, acara pembukaan di Kupang, sementara bakti sosial di Maumere, Rote atau daerah lainnya. Sementara kalau di Kepulauan Masalembo, Jawa Timur, kapal rumah sakit kami yang berukuran besar tidak bisa sandar di dermaga, Harus ada kapal kecil sebagai penghubung dengan dermaga,” ujar Suradi menjawab usulan Kepala BKKBN tentang lokus kegiatan pelayanan.
Menurut Suradi, kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan dalam bentuk pelayanan kesehatan, BKKBN disertakan untuk memberikan pelayanan KB dan kegiatan terkait percepatan penurunan stunting. TNI-AL akan mengerahkan kapal rumah sakit miliknya.
“Kapal ini memiliki ruang operasi yang bisa digunakan untuk pelayanan Metode Kontrasepsi Wanita (MOW) maupun Metode Kontrasepsi Pria (MOP). Pelayanan kesehatan yang digelar berupa operasi bibir sumbing, katarak, pelayanan kesehatan pada umumnya, juga pelayanan KB.
Dr. Hasto Wardoyo memberikan apresiasi dan menyambut hangat undangan TNI-AL. Mengutip pesan Presiden Joko Widodo, dr. Hasto mengatakan, “Bapak Presiden minta agar kerjasama lintas sektor dalam program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) dan percepatan penurunan stunting dimaksimalkan. Termasuk kemitraan dengan para pengusaha,” papar dr. Hasto.
Lebih jauh, Dr. Hasto menginformasikan bahwa masih banyak wilayah pelayanan KB berada di daerah remote, terisolir sehingga sulit dijangkau, padahal populasinya banyak.
“Bekerjasama dengan TNI-AL, kami berharap masalah pelayanan KB di area remote dengan jumlah penduduk banyak dapat teratasi, karena TNI-AL memilki armada kapal rumah sakit yang mampu menjangkau daerah terisolir.”
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News


.webp)


















