Selasa, Februari 3, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Jokowi soal Dampak Konflik Hamas-Israel: Semua Negara Pusing

SuaraPemerintah.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti kepada para penjabat kepala daerah untuk mewaspadai adanya kenaikan harga minyak dunia imbas dari terjadinya konflik yang sampai saat ini masih berlangsung antara Palestina dan Israel.

Jokowi mengingatkan agar Indonesia tetap harus berhati-hati karena pertempuran bisa meluas hingga melibatkan Lebanon, Suriah, atau Iran.

- Advertisement -

“Semua (negara) masuk ingin saling membantu, yang terjadi adalah kenaikan harga minyak. Ini yang mengakibatkan semua negara akan pusing,” kata dia ketika memberikan pengarahan kepada para penjabat kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Senin.

“Alhamdullilah sampai saat ini kenaikan (harga minyak mentah) Brent tidak begitu tinggi karena memang eskalasi yang tidak meluas, (konfliknya) masih di Gaza,” ujar Jokowi, menambahkan.

- Advertisement -

Selain pertempuran di Gaza, Presiden juga menyoroti tentang perang Rusia di Ukraina yang berimbas pada terganggunya pasokan pangan global.

Dari pertemuannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Kiev dilanjutkan dengan perjumpaan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow tahun lalu, Presiden Jokowi mencatat bahwa perang telah mengakibatkan terhentinya distribusi 207 juta ton gandum dari kedua negara tersebut.

Perang berakibat pada meroketnya harga gandum, bahkan beberapa negara telah mewaspadai bencana kekeringan karena melonjaknya harga pangan dunia.

Karena itu, Presiden Jokowi meminta para penjabat kepala daerah untuk juga mewaspadai kondisi global agar bisa merumuskan atau mengambil kebijakan terbaik untuk kepentingan rakyat.

“Situasi seperti ini Bapak/Ibu harus tahu, sehingga dalam bekerja itu mengerti kalau harga BBM naik artinya inflasi akan naik, artinya harga barang dan jasa juga naik,” ujar dia.

“Kita sendiri tujuh provinsi terdampak (fenomena) El Nino super sehingga produksi (pangan) turun. Ini lah yang harus kita semua waspadai dan tidak menganggap situasi ini biasa-biasa saja,” tutur Presiden, mengingatkan, dilansir dari antaranews

Pertemuan Presiden Jokowi bersama para penjabat kepala daerah dihadiri oleh 37 penjabat wali kota, 133 penjabat bupati, dan 23 penjabat gubernur se-Indonesia.

Pertemuan itu juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, yang mendampingi Presiden.

Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,920PelangganBerlangganan

Terbaru