SuaraPemerintah.ID – Kali pertama, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip DKPUS Babel, mensosialisasikan Penyelamatan Arsip Akibat bencana Berskala Provinsi.
Kegiatan yang berlangsung di Grand Safran, Pangkalpinang, berlangsung selama dua hari terhitung sejak 27-28 November 2023 dibuka Kepala DKPUS Babel, Rakhmadi, Senin (27/11/2023) yang diikuti 60 orang peserta.

Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan itu, Direktur Preservasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Agus Santoso, Arsiparis Ahli Madya ANRI, Susanto.
Kepala DKPUS dalam sambutannya mengatakan, bencana merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari, karena terjadinya dalam waktu yang tidak dapat diprediksi kepastiannya.
“Kita sebagai manusia, dengan beragam kecanggihan teknologi yang ada, hanya bisa berasumsi saja berdasarkan gejala-gejala alamiah yang ada, dan selanjutnya hanya bisa memperkirakan kemungkinan-kemungkinan waktu terjadinya bencana,” katanya.
Bencana-bencana tersebut, diungkapkan Rakhmadi, dapat menyebabkan banyak kerugian, baik secara materiil maupun immateril, kerusakan infrastruktur, sarana dan prasarana umum serta fasiitas-fasilitas pelayanan masyarakat.
“Oleh karena itulah, dinas kearsipan dan perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama narasumber dari ANRI, melalui penyelenggaraan kegiatan sosialisasi ini berupaya memberikan tambahan wawasan bagi sumberdaya manusia kearsipan di daerah khususnya dalam menyelamatkan arsip akibat bencana sebagai salah satu bentuk upaya mitigasi dalam penyelamatan arsip akibat bencana,” ujar Rakhmadi.
Dengan harapan, karanya, jika suatu saat bencana terjadi, kondisi kearsipan sudah di tata sedemikian rupa, sehingga memperkecil peluang terjadinya kerusakan dokumen-dokumen yang ada.
Agus: Memang Sangat Perlu
Sebelumnya, Direktur Preservasi Arsip ANRI, Agus Santoso mengungkapkan rasa bangga dan menyampaikan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya, karena DKPUS Babel telah berupaya dengan baik dan terukur untuk selalu melindungi, memelihara, merawat serta melestarikan arsip, baik arsip hasil akuisi yang disampaikan OPD maupun akibat terkena bencana.
“Sosialisasi Penyelamatan Arsip Akibat Bencana yang Berskala Provinsi ini memang sangat perlu dilakukan, secara terus menerus dan berkelanjutan agar pada gilirannya arsip yang terkena bencana dapat dilakukan perbaikan sesuai dengan standar kearsipan, sehingga arsip tersebut dapat diselamatkan dan terlestarikan dengan baik, karena arsip tersebut sangat dibutuhkan oleh keluarga, Lembaga kearsipan maupun pencipta arsip,” ungkap Agus Santoso.
Ia berharap sosialisasi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para pimpinan dan fungsional di lingkungan DKPUS Babel serta peserta yang hadir. “Kegiatan ini sebaiknya tidak berhenti sampai disini, namun tetap berkelanjutan untuk waktu-waktu mendatang,” harap Direktur Preservasi Arsip ANRI, Agus Santoso.






