Rabu, Januari 28, 2026
BerandaBerita HumasCegah Anemia Pada Remaja, BKKBN Lampung Gelar Workshop Bagi Fasilitator Sebaya

Cegah Anemia Pada Remaja, BKKBN Lampung Gelar Workshop Bagi Fasilitator Sebaya

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, dr. Nurizky Permanajati, MH mengatakan bahwa, menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 angka di Provinsi Lampung sebesar 15,2 persen, dan sudah menempati 3 Provinsi dengan prevalensi terendah di Indonesia.

- Advertisement -

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Workshop Edukasi Pencegahan Anemia bagi Fasilitator Sebaya yang diselenggarakan di Hotel Horison pada Selasa, 27 Februari 2024.

dokter Kiky (Kepala Perwakilan) menyebut bahwa stunting dipengaruhi oleh faktor orangtua, terutama ibu, seperti status gizi dan usia saat hamil. Oleh karena itu, salah satu upaya untuk mencegah stunting adalah dengan meningkatkan status gizi remaja sebagai calon pasangan.

Menurutnya, remaja perlu mendapatkan penguatan kapasitas dan perilaku agar memiliki pemahaman, kesadaran, dan perilaku yang positif sehingga memiliki status gizi dan kesehatan yang ideal sehingga pada saatnya menikah dan hamil tidak memiliki faktor risiko melahirkan bayi stunting.

Kemudian, dokter Kiky mengungkapkan bahwa anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat terjadi pada semua kelompok umur dan berdampak besar terhadap peningkatan masalah stunting. Hal tersebut dikarenakan remaja putri yang merupakan calon ibu, sangat rentan menderita anemia dikarenakan siklus menstruasi setiap bulan.

“Anemia pada remaja putri dapat berisiko pada saat hamil dan akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan serta mengakibatkan bayi lahir stunting.” jelas dokter Kiky

 

Menindaklanjuti hal tersebut, Pemerintah menjadikan remaja sebagai salah satu sasaran dalam percepatan penurunan stunting melalui peningkatan akses informasi dan edukasi serta memastikan remaja putri menerima layanan pemeriksaan status anemia (hemoglobin) dan mengonsumsi Tablet Tambah Darah/TTD yang pada 2024 cakupannya ditargetkan mencapai 58 persen.

“Kita butuh gerakan yang nyata dalam percepatan penurunan stunting. Dan dalam hal ini, remaja memiliki peran yang penting dalam pencegahan kondisi stunting di Indonesia, yaitu melalui program INI GENTING (Implementasi Nyata Genre Cegah Stunting).”, kata dokter Kiky.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Ketahanan Remaja, Diah Puspitasari, S.Si.Apt dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang subtansi gizi dan pencegahan anemia pada remaja juga untuk meningkatkan keterampilan peserta sebagai fasilitator dalam memberikan edukasi kepada teman sebaya tentang subtansi gizi dan pencegahan anemia pada remaja.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

TERPOPULER PRAHUM

OPINI PRAHUM