SuaraPemerintah.ID – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali melaksanakan studi komparatif. Kali ini berkenaan dengan tata kelola perpustakaan serta tata cara pengembangan, pengolahan dan pengalihmediaan yang dimiliki oleh masyarakat.
Daerah yang menjadi tujuan studi tersebut adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau.
Di pimpin Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, kunjungan pada Selasa (7/5/2024) itu, turut diikuti Kabid Pelestarian Koleksi Nasional dan Pelestarian Naskah Kuno, serta Pustakawan DKPUS Babel.
Kepala Dispersip Provinsi Riau, Hj. Mimi Yuliani Nazir didampingi Kabid dan para Pustakawan serta Staf Dispersip Riau menyambut hangat kedatangan rombongan Kepala DKPUS Babel.
Dihadapan Kepala DKPUS Babel Rakhmadi, Kepala Dispersip Provinsi Riau memaparkan sejarah singkat berdirinya Perpustakaan Soeman HS Riau yang memiliki bentuk dan desain yang unik seperti rihal buku terbuka.
“Perpustakaan Soeman HS merupakan icon Provinsi Riau yang berhadapan langsung dengan Kantor Gubernur Provinsi Riau,” ujar Kepala Dispersip Provinsi Riau.
Kepala DKPUS Babel Rakhmadi mengatakan, ini adalah kunjungan balasan. Karena tahun lalu, Kepala Dispersip Riau beserta Timnya sudah melakukan kunjungan ke DKPUS Provinsi Babel.
Khususnya kunjungan kali ini, kata Rakhmadi, Tim DKPUS Babel ingin mempelajari dan melihat langsung koleksi perpustakaan tercetak yang dimiliki oleh Perpustakaan Soeman HS, serta beberapa layanan yang ada di Perpustakaan tersebut.
Lebih khusus lagi, dikatakan Rakhmadi, ingin melihat langsung ruangan koleksi daerah yang dimiliki oleh Provinsi Riau.
Usai acara penyambutan, Kepala DKPUS Babel beserta tim, langsung melihat hasil alih media naskah kuno yang sudah di alihmediakan dengan cara di scan dan disimpan di komputer ruangan koleksi daerah (deposit) Dispersip Provinsi Riau.
Hal menarik dari tinjauan itu, untuk kegiatan besar pengalihmediaan, Dispersip Provinsi Riau menggunakan jasa pihak ke-3. Hasil alih media tersebut diletakkan di lantai 4, dan sebagian ada yang diletakkan di Museum Budaya Sang Nila Utama.
Dari Dispersip Provinsi Riau, Tim DKPUS Provinsi melanjutkan kunjungan ke Museum Sang Nila Utama, dan diterima Kabid Seni dan Bahasa Dinas Kebudayaan Provinsi Riau.
Kepala DKPUS Babel, Rakhmadi mengaku sangat berkesan atas kunjungan dalam rangka studi komparatif ke Dispersip Provinsi Riau ini.
“Kita DKPUS Babel dan Dispersip Riau saling bertukar informasi, pengalaman dan saling memberi masukan, serta dukungan untuk kemajuan Perpustakaan masing-masing,” ujar Rakhmadi.
Setelah melihat semua yang ada di Dispersip Riau ini, kata Rakhmadi, DKPUS Babel diharapkan bisa mengikuti jejak serta mencontoh yang baik-baiknya dari Dispersip Riau.
“Saya berharap Perpustakaan Provinsi Babel bisa maju dan berkembang, serta bisa menjadi icon juga untuk Provinsi Babel,” harap Rakhmadi.
Sambangi Istana Siak Sri Indrapura
Setelah menuntaskan kunjungan ke Dispersip Provinsi Riau, Kepala DKPUS beserta tim melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Siak. Di daerah itu, tim DKPUS Babel menyambangi Istana Siak Sri Indrapura untuk menelusuri Kerajaan Melayu pertama yang ada di Indonesia wilayah Sumatera.
Kerajaan Siak merupakan turunan dari Kerajaan Johor Malaysia. Tim melihat langsung barang-barang peninggalan Raja dan Permaisuri serta mendengar langsung cerita tentang Kerajaan Siak dari para petugas penjaga Istana.
Istana Siak Sri Indrapura atau Istana Asserayah Hasyim iah atau Istana Matahari Timur merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim.
Istana merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang selesai dibangun pada tahun 1893. Sekarang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak.
Saat berkeling di Istana Siak Sri Indrapura, Kadis DKPUS beserta Tim di dampingi Tarmizi dan Andi sebagai Pemandu Istana mengelilingi Istana Siak Sri Indrapura yang begitu megah, dan merupakan kebanggaan Provinsi Riau tersebut.






