Rabu, Maret 25, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

Bappenas Dan Pertamina Perkuat Ketahanan Energi Melalui Kolaborasi Strategis

SuaraPemerintah.ID Saat ini, dunia tengah menghadapi triple planetary crisis yang mencakup perubahan iklim, keanekaragaman hayati, serta polusi dan limbah. Laporan Global Risks dari World Economic Forum (2023) menyebutkan bahwa krisis ini menjadi momentum untuk mempercepat transisi energi dan menuju ekonomi hijau. Transisi energi diyakini dapat mengurangi emisi CO2 hingga 70 persen pada tahun 2050. Namun, Indonesia dihadapkan pada tantangan trilema energi dalam upayanya mencapai kemandirian energi nasional.

“Kebutuhan energi tidak bisa dipenuhi dengan cara-cara konvensional, tetapi harus memperhatikan triple planetary crisis. Saat ini, peran minyak dan gas bumi sebagai energi primer masih besar, yaitu 30 persen untuk minyak dan 16 persen untuk gas bumi. Namun, kita tidak bisa hanya mengandalkan ini saja. Oleh karena itu, pengembangan minyak dan gas bumi ke depan memerlukan inovasi untuk menghasilkan energi yang rendah emisi,” ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam acara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Pertamina (Persero), Senin (10/6).

- Advertisement -

Trilema energi meliputi ketahanan energi, keterjangkauan, dan keberlanjutan. Laporan World Energy Council (2024) menunjukkan bahwa negara yang berhasil mengelola ketahanan energi adalah yang mampu menyeimbangkan ketiga aspek trilema energi tersebut. Artinya, strategi ketahanan energi harus mempertimbangkan aspek ekonomi, teknis, dan dampak lingkungan jangka panjang. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati juga menekankan pentingnya aspek keberlanjutan dalam kolaborasi ini. “Saya berterima kasih karena kita tidak hanya bisa selaras dengan RPJPN dan RPJMN, tetapi juga ada PKS yang mendukung implementasinya. Kita tidak hanya menyusun kebijakan, tetapi juga aktif dalam implementasinya,” kata Nicke.

“Saya juga ingin mengapresiasi Pertamina yang membentuk Pertamina Sustainability Expert sebagai pusat pendidikan dan pelatihan. Hari ini kita akan menandatangani kerja sama ini, utamanya untuk memperkuat ketahanan energi dan mempercepat hilirisasi migas yang ramah lingkungan serta menjanjikan kesejahteraan,” jelas Suharso. PKS ini menegaskan pentingnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) dalam proses bisnis Pertamina, yang diwujudkan melalui pelaksanaan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan TPB/SDGs yang terintegrasi dalam Pertamina Sustainability Expert. Untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi berkelanjutan, kerja sama ini juga mencakup pemanfaatan teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). “Ini adalah awal perjalanan kita bersama yang akan kita detailkan menjadi langkah konkret yang bisa meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan PDB Indonesia, serta membawa kita menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Nicke.

- Advertisement -

Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru