Saat ini, pemuda di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam sektor pendidikan, kesehatan, hingga pekerjaan. Meskipun memiliki potensi besar dengan bonus demografi pemuda, Indonesia masih dibayangi kondisi kesehatan yang cukup rentan. Pada 2023, tercatat satu dari empat pemuda adalah perokok, atau setara dengan 24,75 persen dari total pemuda di Indonesia. Pada 2022, tercatat dua dari 100 individu usia 15-24 tahun pernah mengonsumsi Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif.
- Advertisement -
Selain itu, isu ketenagakerjaan juga menjadi salah satu masalah penting yang perlu diselesaikan untuk meningkatkan peran pemuda dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Saat ini, partisipasi pemuda dalam ketenagakerjaan masih belum optimal. Pada 2023, tercatat satu dari empat pemuda tidak bekerja, tidak sekolah, maupun tidak mengikuti kursus. Hal ini setara dengan 25,8 persen dari pemuda di Indonesia. Menteri Suharso mengatakan Indeks Pembangunan Manusia di Indonesia perlu ditingkatkan untuk mendukung peningkatan partisipasi pemuda dalam ketenagakerjaan, salah satunya melalui pendidikan yang merata dan memberikan kualitas pendidikan yang sama di seluruh wilayah Indonesia. “Salah satunya adalah standardisasi pendidikan dan kesehatan di Indonesia,” tambah Menteri Suharso.
Oleh karena itu, Indonesia Future Network diharapkan menjadi wadah bagi calon pemimpin muda untuk berdiskusi bersama pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan ke depan, termasuk meningkatkan peran pemuda. “Tantangan anak muda ini perlu diatasi dengan cara-cara anak muda, karena pendekatan dari pemerintah sendiri tidak bisa sepenuhnya memahami kebutuhan anak muda,” tutup Menteri Suharso.
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News
Apa yang ditekankan oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa tentang peran pemuda dalam mencapai Visi Indonesia Emas 2045? kunjungi Telkom University