SuaraPemerintah.IDÂ – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan bahwa negara telah menggelontorkan dana yang signifikan untuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), termasuk alokasi sebesar Rp700 miliar untuk Pusat Data Nasional (PDN). Dalam konferensi pers APBN KiTA yang diadakan secara virtual pada Kamis (27/6), Sri Mulyani menjelaskan rincian pengeluaran tersebut.
“Untuk Kominfo ada Rp4,9 triliun sudah dibelanjakan. Ini dari mulai pemeliharaan dan operasional BTS 4G Rp1,6 triliun dan Data Center Nasional Rp700 miliar,” ungkapnya dalam Konferensi Pers APBN KiTA secara virtual, Kamis (27/6).
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa dana sebesar Rp700 miliar dialokasikan untuk kapasitas satelit, dan Rp1,1 triliun untuk Palapa Ring. Total pengeluaran untuk Kominfo mendekati Rp5 triliun, yaitu Rp4,9 triliun.
Belanja negara secara keseluruhan mencapai Rp1.145,3 triliun per Mei 2024, yang berarti 34,4 persen dari total pagu anggaran telah dibelanjakan, 14 persen lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, belanja pemerintah pusat yang telah terealisasi menyentuh Rp824,3 triliun, naik 15,4 persen secara tahunan (yoy) dan sudah mencapai 33,4 persen dari pagu anggaran 2024.
Rinciannya, Rp388,7 triliun untuk belanja kementerian/lembaga (K/L), meliputi penyaluran berbagai bantuan sosial hingga pembangunan infrastruktur. Ada juga belanja non-K/L sebesar Rp435,6 triliun yang diperuntukkan untuk subsidi energi hingga pembayaran manfaat pensiun.
“Untuk (tema) infrastruktur, belanjanya mencapai Rp112,9 triliun. Kalau kita lihat, ini artinya kita sudah membelanjakan 26,7 persen dari total alokasinya,” jelasnya.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, ini melonjak tinggi 20,6 persen. Tahun lalu, level belanja infrastruktur itu Rp93,7 triliun, sekarang melonjak ke Rp112,9 triliun. Ada berbagai akselerasi belanja yang kita lihat memang dari kementerian untuk mencoba menyelesaikan sebelum periode pemerintahan ini berakhir,” tandas Ani.
Terlepas dari anggaran infrastruktur yang cukup besar, termasuk untuk mengelola data center, faktanya PDN tak kebal serangan siber.
Menkominfo Budi Arie Setiadi mengakui Pusat Data Nasional mengalami gangguan pada Kamis (20/6) dan berimbas ke sejumlah layanan publik di Indonesia. Salah satu yang paling terdampak dan viral adalah terganggunya layanan imigrasi di bandara.
Kepala Badan Siber dan Sandi negara (BSSN) Hinsa Siburian mengungkapkan ada serangan siber ransomware di balik tumbangnya data center tersebut. Ini merupakan bagian dari modus pemerasan dari kelompok Lockbit 3.0. Artikel ini dilansir dari CNN Indonesia.com
Cek Artikel dan Berita yang lainnya di Google News


.webp)


















