SuaraPemerintah.ID – Tim Kegiatan Pelestarian Naskah Kuno Milik Daerah Provinsi, dalam hal ini melalui Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam penyimpanan, perawatan, dan pelestarian serta pendaftaran naskah kuno Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menyambangi Museum Belitung.
Dalam kunjungan yang berlangsung sejak 26 hingga 28 Juni 2026 itu, di pimpin langsung oleh Kepala DKPUS Babel.
Kunjungan Tim DKPUS ke UPT Museum Belitung di Kabupaten Belitung kali ini, berhasil mendapatkan dan membawa pulang sejumlah naskah sejarah yang ada di Pulau Belitung, salah satunya adalah Naskah Sejarah Senjata Pusaka Urang Belitung.

Naskah yang sudah dikemas di antaranya dalam sebuah buku itu, diserahkan Kepala Bidang Pembinaan dan Kebudayaan Fithrorozi, didampingi Kepala UPT Museum Kabupaten Belitung, Revzan Maynovri, dan Edukator Museum Belitung, Sopian.
Kepala Bidang Pembinaan dan Kebudayaan Belitung, Fithrorozi mengatakan, koleksi yang ada di Musium Kabupaten Belitung merupakan Khazanah Budaya Belitung mengandung nilai-nilai sejarah yang harus dilestarikan sebagai bukti sejarah.
Terdapat berbagai macam alat peninggalan sejarah yang ada di Musium Kabupaten Belitung seperti keris, pedang para raja dan lain sebagainya.
Edukator Museum Belitung, Sopian menambahkan, benda peninggalan sejarah di Museum Belitung memberikan informasi yang berharga untuk menambah pengetahuan dan literasi bagi pengunjung Museum itu sendiri, serta musium juga sebagai objek wisata bagi masyarakat setempat dan para wisatawan dari luar daerah.
Selain itu, kata Sopian, pihaknya juga melakukan promosi ke masyarakat dan melalui media sosial seperti Instagram, Facebook dan tiktok, sehingga informasi yang ada di Museum dapat juga dinikmati dan diakses oleh pengguna melalui media sosial.
Musium ini juga terhubung dengan Museum Kepresidenan dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta. “Museum Belitung merupakan Museum tertua Se-Sumbagsel,” sebut Sopian.
Kepala UPT Museum Belitung, Revzan Maynovri di waktu bersamaan menyampaikan bahwa UPT Museum Belitung dimiliki oleh PT Timah yang berdiri pada tahun 1962, pengelolaannya kini diambil alih oleh Pemda Belitung.
UPT Museum Belitung mendapat tambahan pegawai dari P3K Tahun 2024. Jadi, kata dia, jumlah SDM sebanyak 19 orang yang terdiri dari berbagai jurusan dan divisi seperti Konsevator Museum, Divisi Keamanan, Registrator Museum dan sebagainya.
“UPT Museum Kabupaten Belitung mengelola beberapa Museum seperti Museum Badau dan Museum Maritim,” tutupnya.
Sementara itu Kepala DKPUS Babel Rakhmadi berterima kasih kepada UPT Museum Belitung yang telah memberikan naskah kuno sejarah Belitung untuk disimpan di Perpustakaan Provinsi.
Rakhmadi berpesan agar Museum Belitung berfungsi maksimal bagi masyarakat luas dan generasi penerus lainnya.
“Memerlukan data dalam mengembangkan Museum agar informasi yang terdapat pada Museum dapat disajikan ke masyarakat sebagai wahana mencerdaskan anak-anak bangsa yang ada di Kepulauan Bangka Belitung,” ujar Rakhmadi.
Pada kesempatan itu, Kepala DKPUS Babel Rakhmadi bersama Tim diajak oleh Kepala UPT Museum Belitung berkeliling Museum untuk melihat langsung alat-alat, benda benda dan beberapa naskah kuno yang kini masih terkoleksi di Museum Belitung.






