“Indonesia terus mempertahankan kualitas lingkungan, mengingat posisi kita sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi dan sumber daya alam melimpah. Indeks kualitas lingkungan hidup terus meningkat, mencapai 72,53 poin pada 2023,” ungkap Menteri Suharso. Menteri Airlangga juga menyoroti potensi peningkatan kesejahteraan sosial melalui ekonomi hijau. “Transformasi ekonomi menuju ekonomi hijau akan fokus pada penciptaan investasi, modal dan infrastruktur, lapangan kerja, dan keterampilan yang lebih berkelanjutan, guna mewujudkan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan,” jelasnya.
- Advertisement -
Transformasi Ekonomi Hijau merupakan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai Negara Nusantara yang Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup dalam pembangunan. Ekonomi hijau akan menjadi pendorong transisi menuju pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dalam acara yang juga dihadiri oleh beberapa perwakilan duta besar negara sahabat dan lembaga internasional ini, Menteri Suharso meluncurkan dua dokumen penting, yaitu: Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular Indonesia, serta Peta Jalan Pengelolaan Susut dan Sisa Pangan.
“Jika diterapkan dengan serius di lima sektor prioritas (pangan, elektronik, kemasan plastik, konstruksi, dan tekstil), ekonomi sirkular berpotensi memberikan manfaat besar pada pembangunan kita. Contohnya, ekonomi sirkular dapat meningkatkan PDB Indonesia hingga kisaran Rp 593 hingga 638 triliun, menciptakan 4,4 juta lapangan kerja hijau hingga tahun 2030 dengan 75 persen dari total pekerjaan merupakan tenaga kerja perempuan, mengurangi timbulan limbah sebesar 18-52 persen dibandingkan skenario business as usual pada tahun 2030, serta berkontribusi dalam penurunan emisi GRK sebesar 126 juta ton CO2,” tegas Menteri Suharso.
- Advertisement -
Menutup pembukaan Green Economy Expo hari ini, Menteri Suharso menyampaikan apresiasinya atas kontribusi berbagai pihak dan berharap acara ini menjadi titik pertemuan gagasan dan perumusan solusi untuk berbagai persoalan pembangunan ekonomi berkelanjutan. “Saya mengajak kita semua untuk menjadi bagian dari ekonomi hijau, sebagai akselerator perubahan,” pungkas Menteri Suharso.
Cek Artikel dan Berita yang lain di Google News