SuaraPemerintah.ID – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Bekasi memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian atas upaya pencegahan tawuran yang dilakukan di wilayah Bekasi. Selain itu, mereka juga menghargai langkah Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto, yang menekankan pentingnya penyelidikan kasus penemuan tujuh jenazah di Kali Bekasi dilakukan secara profesional.
Wakil Ketua KPAD Bekasi, Novrian, menyatakan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan oleh Kapolda dalam penanganan kasus tersebut. “Kami sangat mengapresiasi penanganan yang profesional dan akuntabel, serta keterlibatan Polres dengan KPAD dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA),” ujarnya di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (23/9).
Baca juga:Â Sebanyak 22 Orang Diamankan di Jatiasih Terkait Penemuan Jenazah
Novrian juga menilai langkah Tim Patroli Perintis Presisi sudah tepat dalam mencegah tawuran di Bekasi. Ia melihat ada kemajuan signifikan dalam penanganan yang dilakukan pihak kepolisian. “Beberapa informasi yang kami dapat menunjukkan bahwa tim Presisi mengimbau remaja untuk tidak melarikan diri ke sungai. Ini menunjukkan kemajuan yang baik,” katanya.
KPAD Bekasi mencatat bahwa kasus tawuran kini tengah marak, tidak hanya di Bekasi tetapi juga di berbagai daerah lainnya. Novrian menyerukan semua pihak untuk duduk bersama dan mencari solusi agar tawuran tidak terjadi lagi. “Kita prihatin, ini fenomena yang harus menjadi perhatian pemerintah. Diperlukan formulasi untuk mencegah hal ini,” ungkapnya.
Baca juga:Â Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Tujuh Remaja Tewas di Kali Bekasi
Ia menjelaskan bahwa tawuran seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk media sosial, tontonan yang tidak mendidik, serta pola asuh dan pendidikan. “Kita perlu mencari solusi bersama untuk mengatasi hal ini,” tambahnya.
Peran orang tua juga diakui sangat penting dalam mencegah tawuran. Novrian mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di malam hari. “Banyak anak-anak yang menghabiskan waktu malam untuk nongkrong dan melakukan aktivitas yang membahayakan. Kami minta orang tua untuk tetap mengawasi dan memberi perhatian lebih,” ujarnya.
KPAD Bekasi berkomitmen untuk mendampingi anak-anak yang terlibat dalam tawuran selama proses pemeriksaan, sebagai bagian dari upaya pencegahan ke depannya.


.webp)














