Kamis, Maret 26, 2026
spot_img

BERITA UNGGULAN

BMKG Imbau Warga Jateng Waspadai Angin Kencang Akibat Awan Cumulonimbus

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kepada masyarakat di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya, untuk waspada terhadap potensi angin kencang akibat pembentukan awan Cumulonimbus (Cb).

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa pertumbuhan awan Cumulonimbus sudah terpantau di wilayah tersebut.

- Advertisement -

“Awan Cb in sudah banyak tumbuh di wilayah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya,” ujar Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, dilansir dari laman Antaranews, Kamis (17/10/24).

Baca juga : BMKG Prediksi Pergantian Cuaca Terik dan Hujan di Awal Oktober 2024

Teguh menjelaskan bahwa awan Cumulonimbus terbentuk akibat kondisi atmosfer yang labil, terutama saat masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pembentukan awan ini dapat memicu terjadinya angin kencang dan puting beliung.

- Advertisement -

“Jadi potensi angin kencang yang terjadi lebih bersifat lokal karena pengaruh awan Cb,” jelasnya.

Saat ini, kecepatan angin di wilayah Cilacap dan sekitarnya masih berada di kategori sedang, yaitu berkisar 15-20 knot. Namun, Teguh memperingatkan bahwa angin dengan kecepatan lebih dari 25 knot sudah masuk kategori kencang.

“Oleh karena ada pertumbuhan awan Cb, pekan depan diprakirakan ada peningkatan kecepatan angin meskipun bersifat lokal, sehingga perlu diwaspadai oleh masyarakat,” jelasnya.

Ia menyebutkan kendati kecepatan angin di wilayah daratan Cilacap masih dalam kategori sedang, kecepatan angin maksimum di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, dan Samudra Hindia selatan Daerah Istimewa Yogyakarta berpotensi mencapai 25 knot yang bergerak dari arah timur hingga tenggara.

Menurut dia, peningkatan kecepatan angin tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar hingga DIY yang mencapai kisaran 2,5-4 meter dan masuk kategori tinggi.

“Oleh karena itu, kami mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di wilayah Samudra Hindia selatan Jabar-DIY yang berlaku hingga hari Jumat (18/10) dan akan segera diperbarui jika ada perkembangan lebih lanjut,” tutupnya.

- Advertisement -

Kirimkan Press Release berbagai aktivitas kegiatan Brand Anda ke email [email protected]

Artikel Terkait

Suara Hari Ini

Ikuti Kami

10,502FansSuka
392PengikutMengikuti
7PengikutMengikuti
2,930PelangganBerlangganan

Terbaru